Desa Siaga Lawan Corona, Kades Diminta Perkuat Ruang Isolasi Dan Pos Jaga Desa

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:13
Desa Siaga Lawan Corona, Kades Diminta Perkuat Ruang Isolasi Dan Pos Jaga Desa

Relawan Desa Lawan Covid-19 diminta memperkuat ruang isolasi desa bagi pasien yang terinfeksi virus Corona.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, ketersediaan ruang isolasi desa akan menjadi solusi untuk mengantisipasi rumah sakit penuh.

Sekarang rumah sakit pada penuh. Tidak ada pilihan bagi desa selain menyiapkan ruang isolasi yang baik, ujar Halim, di Jakarta, Rabu (7/7).

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini mengatakan, gedung yang digunakan sebagai ruang isolasi di setiap desa bervariasi, mulai dari Balai Desa; Gedung BUMDes (Badan Usaha Milik Desa); Gedung SD; hingga Rumah Kosong yang tidak digunakan. Konsolidasi terkait penyediaan ruang isolasi desa sendiri telah dilakukan sejak tahun lalu.

Tak hanya menyediakan ruang isolasi saja, menurutnya, ruang isolasi desa yang dikelola Relawan Desa Lawan Covid-19 ini juga menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan pasien yang tengah menjalani isolasi.

Misalnya, makanan, obat, dan vitamin. Selain itu, ruang isolasi desa juga berada di bawah pemantauan Puskesmas setempat.

"Kebanyakan kasus Covid-19 di desa itu OTG (pasien Covid tanpa gejala). Sehingga bisa ditangani melalui ruang isolasi mandiri yang selama ini sudah disediakan desa sejak covid-19 ada, sejak tahun 2020," tuturnya.

Selain memperkuat ruang isolasi desa, Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diketuai kepala desa (kades) ini juga diimbau Gus Halim untuk memperketat protokol kesehatan (prokes), dengan menyiagakan penjagaan gerbang desa atau pos jaga desa.

Mereka diminta lebih selektif dalam memantau pergerakan warga setempat, terutama warga maupun pendatang yang baru tiba dari luar daerah.

"Pemantauan pertama adalah mengecek suhu badan. Kemudian mendata form perjalanan seminggu terakhir. Nah kalau tidak mengkhawatirkan, tidak ada masalah, dibolehkan masuk. Tapi kalau mengkhawatirkan, misalkan suhu tubuh di atas standar, langsung bawa ke ruang isolasi desa," tandas Doktor Honoris Causa dari UNY ini. [DIR]

Artikel Asli