PPKM Darurat, IDAI Rekomendasikan Imunisasi Rutin Anak Ditunda 3 Minggu Sejak 3 Juli

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 11:15
PPKM Darurat, IDAI Rekomendasikan Imunisasi Rutin Anak Ditunda 3 Minggu Sejak 3 Juli

Mulai3 Juli 2021, pemerintahtelah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2021.

Pelayanan kesehatan anak, termasuk dalam cakupan sektor kritikal yang diizinkanberlangsung sepenuhnya dengan protokol kesehatan.

Namun faktanya,laju penambahan kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Terutamapada anak dan tenaga kesehatan.

Terkait hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memohon perhatian dan partisipasi seluruh masyarakat. Agar pelayanan kesehatan anak dapat berlangsung optimal.

Melalui surat yang diteken Ketua Umum IDAI Prof. DR. dr. Aman Bhakti Pulungan Sp.A(K) dan Sekretaris Umum dr. Hikari Ambhara Sjakti Sp.A(K) pada 6 Juli 2021, perhimpunan dokter anak Indonesia itu merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Imunisasi rutin di daerah PPKM Darurat sebaiknya ditunda selama 3 minggu, dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021.

Imunisasi pada bayi baru lahir yaitu Hepatitis B dan polio dosis pertama tetap diberikan.

2. Selama pelayanan imunisasi di daerah PPKM Darurat ditunda, sebaiknya orangtua memeriksa kelengkapan status imunisasi anak di Buku KIA (buku kesehatan ibu dan anak), dan mencatat imunisasi yang tidak dapat diberikan selama masa PPKM Darurat. Segera lengkapi, setelah kondisi memungkinkan.

3. Pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun harus tetap berlangsung sesuai aturan.

4. Pelaksanaan pelayanan imunisasi di daerah yang tidak termasuk PPKM Darurat, sebaiknya tetap berlangsung dengan protokol kesehatan ketat.

"IDAI menganjurkan agar anak tidak keluar rumah, kecuali untuk kepentingan mendesak seperti masalah kesehatan serius. Selama masa PPKM Darurat maupun setelahnya, patuhi protokol kesehatan dengan ketat. Semoga kita semua selamat melewati pandemi ini," kata dr. Aman dalam surat tersebut. [HES]

Artikel Asli