Penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung Sudah Teratasi

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 11:05
Penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung Sudah Teratasi

JawaPos.com Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyampaikan saat ini kondisi penyekatan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan sudah mulai teratasi. Karena aparat keamanan melakukan kanalisasi antara antrean sepeda motor dengan mobil.

Setelah dilakukan kanalisasi antrean jauh lebih tertib, kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnono Yugo kepada JawaPos.com , Rabu (7/7).

Dia memastikan, pihaknya melakukan seleksi pada setiap pengendara yang bekerja pada sektor esensial dan kritikal. Hal ini sebagaimana diatur dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Adapun sektor esensial yang diperbolehkan antara lain, meliputi enam sektor umum yakni komunikasi dan IT, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor.

Kemudian sektor kritikal meliputi energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan-minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), industri pemenuhan kebutuhan pokok, serta masyarakat.

Polda Metro Jaya juga memperluas titik penyekatan kendaraan dari 63 menjadi 72 titik selama kebijakan PPKM Darurat yang berlangsung pada 3-20 Juli 2021. Hal ini agar masyarakat tetap mematuhi PPKM Darurat, upaya menekan laju penularan Covid-19.

Berkembang jadi 72 titik. Awalnya kemarin saya sampaikan ada 63 titik penyekatan, pengendalian PPKM Daruat mulai dari pembatasan dan pengendalian, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/7).

Yusri menjelaskan, penambahan titik penyekatan ini setelah melakukan evaluasi penerapan PPKM Darurat sejak 3-5 Juli 2021. Sehingga memang perlu dilakukan penambahan titik-titik penyekatan, agar warga luar daerah tidak bisa memasuki wilayah ibu kota.

Melihat situasi memang ada beberapa penembahan titik, dari 63 menjadi 72 titik. Di antaranya di gerbang tol 5 titik, di exit tol ada 9 titik, batas kota antara jalur kota dan kabupaten itu ada 19 titik, dan jalur utama 39 titik, ucap Yusri.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini mengungkapkan, pihaknya bekerja dengan melakukan penyekatan untuk menghambat mobilitas warga, agar tidak mudah memasuki ibu kota. Sebagaimana diketahui, lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta belakangan ini memang cukup tinggi.

Kemudian pengendalian kita lakukan patroli, melihat ada kerumunan kami bubarkan. Kami sudah sosialisasikan mana kebijakan pemerintah yang masuk sektor esensial dan sektor kritikal yang boleh (lewat jalur penyekatan), esensial itu 50 persen boleh WFO, tetapi dengan prokes ketat, papar Yusri.

Artikel Asli