Zona Merah Covid-19 di Provinsi Jawa Timur Bertambah

Nasional | republika | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 10:34
Zona Merah Covid-19 di Provinsi Jawa Timur Bertambah

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Zona merah penularan Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) bertambah. Satgas Penanganan Covid-19 Jatim mengatakan, saat ini ada 20 daerah yang berstatus zona merah Covid-19 atau memiliki risiko tinggi terkait penularan virus tersebut.

"Update per hari ini, ada 20 daerah di Jatim berstatus zona merah," kata Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al- Farabi, Rabu (7/7).

Jibril mengungkapkan, sebelumnya hanya ada tiga daerah di Jatim yang berstatus zona merah Covid-19, yakni Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Kota Madiun. Jumlah daerah berstatus zona merah Covid-19 kemudian meningkat drastis menjadi 20 daerah.

Adapun 20 daerah yang masuk zona merah Covid-19 adalah Kabupaten Malang, Banyuwangi, Ngawi, Lamongan, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sidoarjo, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Kemudian ada Kota Probolinggo, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Kediri, dan Kota Batu.

"Sementara 18 daerah sisanya zona orange," ujarnya.

Seiring terus melonjaknya kasus Covid-19, permintaan plasma konvalesen pun mengalami peningkatan. Di Surabaya saja, ada ratusan pasien Covid-19 yang mengajukan permintaan plasma konvalesen ke Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya, dan sampai saat ini masih nerada di daftar antrean.

"Sampai saat ini ada 574 permintaan plasma konvalesen yang belum terlayani, karena ketersediaan plasma memang masih kosong," kata Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, Martono Adi.

Dari 574 permintaan plasma konvalesen itu, terdiri dari 138 darah golongan A, 187 golongan darah B, 62 golongan darah AB, dan 187 permintaan sisanya darah golongan O. Martono mengatakan, mereka saat ini menunggu pertolongan dari para penyintas Covid-19, untuk mendonorkan plasma konvalesen mereka.

"Permintaan plasma konvalesen meningkat tajam, sementara yang bisa dilayani rata-rata 30-40 orang per hari, itupun kalau ada pendonor," ujarnya.

Martono mengaku kewalahan karena banyaknya permintaan plasma konvalesen ke PMI Surabaya. Ia mengaku, kondisi ini terjadi sejak sebulan terakhir seiring terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di daerah setempat

"Jumlah yang sudah terlayani dengan yang belum terlayani sangat tidak signifikan. Kami masih terus berupaya, agar bisa memenuhi permintaan plasma konvalesen dari masyarakat," katanya.

Artikel Asli