Pastikan Disiplin Prokes di Pasar Tradisional

Nasional | radarjogja | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 10:03
Pastikan Disiplin Prokes di Pasar Tradisional

RADAR JOGJA Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) meminta protokol kesehatan (prokes) dijalankan secara baik dan benar. Ia tidak ingin di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, masyarakat masih abai.

Agar perekonomian selama pandemi ini bisa tetap berjalan, kuncinya masyarakat harus disiplin ya. Mnerapkan prokes ketat sesuai imbauan dari pemerintah, kata HS di sela sidak ke Pasar Kranggan, Jogja, kemarin (6/7).

HS mengatakan, kebijakan PPKM Darurat menjadi wanti-wantinya, jangan sampai di tengah kebijakan itu masyarakat lalai dalam penerapan prokes Covid-19. Terlebih, kebijakan itu bertujuan untuk mengendalikan angka Covid-19 yang terus melonjak di Kota Jogja khususnya.

HS menjelaskan, Dinas Perdagangan Kota Jogja harus dapat meningkatkan pengawasan di seluruh pasar tradisional. Agar semua potensi pelanggaran prokes sanggup diantisipasi. Bukan hanya masalah prokes terhadap para pedagang, melainkan pengunjung juga harus disiplin.

Ikuti alur masuk dan keluar pengunjung pasar, lalu masker dipakai terus, nggak usah dilepas-lepas, kemudian hindari kerumunan, ini harus didisiplinkan. Bukan cuma pedagangnya, masyarakat yang berkunjung ke pasar juga harus disiplin prokes. Kalau itu disiplin, ekonomi perlahan bisa pulih kembali, ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Jogja Gunawan Nugroho Utomo mengatakan, penerapan prokes di pasar rakyat terus diupayakan. Hanya yang dirasa paling sulit, sejauh ini adalah penerapan social distancing.

Ini dibutuhkan kerja sama dan dukungan masyarakat agar bisa menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Biasanya memang di pagi hari ramai-ramainya, di atas pukul 09.00 pasar sudah mulai berkurang pengunjungnya, kata Gunawan.

Padahal, hingga sekarang masih berjalan program cashback belanja melalui aplikasi GoShop. Masyarakat ternyata masih cukup antusias dengan belanja secara offline dengan datang langsung. Ini justru menjadi kekhawatiran dan keprihatinan akan sebaran virus di lingkungan pasar.

Tolong silakan masyarakat memanfaatkan (cashback belanja). Ini perlu sinergi kembali dengan beberapa rekan untuk mendukung belanja online di pasar rakyat, ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan keprihatinan atas kerumunan yang ada di pasar, wacananya Disdag juga akan menggalakkan pasar tiban digital untuk menggerakkan masyarakat mau berbelanja online di situasi pandemi Covid-19. Semoga bisa menjadi inovasi transaksi di pasar tradisional untuk jangka panjang, jelasnya. (wia/laz)

Artikel Asli