61 OTG Covid-19 di Solo Dipindahkan ke Tempat Perawatan Terpusat

Nasional | ayosemarang | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:46
61 OTG Covid-19 di Solo Dipindahkan ke Tempat Perawatan Terpusat

SOLO, AYOSEMARANG.COM Satgas Covid-19 Kota Surakarta menjemput 61 warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman), Selasa 6 Juli 2021.

61 warga tersebut dipindahkan dari tempat tinggalnya karena isoman menuju tempat perawatan terpusat OTG yang telah disiapkan Pemkot Surakarta, yakni Solo Techno Park dan SD 02 Cemara Banjarsari Solo.

Penjemputan puluhan warga dari beberapa kelurahan tersebut dilakukan dengan mobil ambulans Puskesmas Gajahan untuk berkumpul di Puskesmas Gajahan.

Setelah berkumpul, warga OTG ini dibawa menggunakan bus Polresta Surakarta, Bus Brimob Den C dan Bus Dishub (BST) menuju ke tempat isolasi dan perawatan OTG, baik di Solo Techno Park dan SDN Cemara 2.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri menjelaskan, selain dua tempat isolasi dan perawatan OTG terpusat tersebut, Pemkot Surakarta juga telah menyiapkan delapan tempat lainnya dengan kapasitas total sebanyak 1.035 tempat tidur.

Tidak hanya itu, Pemkot Surakarta juga sedang menyiapkan tempat isolasi dan perawatan OTG terpusat khusus ibu hamil dan anak-anak di bawah umur 14 tahun, dan juga tempat isolasi serta perawatan pasien covid-19 bergejala ringan di Rumah Sakit Bung Karno.

Sebelumnya, rumah sakit lapangan TNI di Benteng Vastenburg sudah beroperasi merawat pasien covid bergejala ringan selama ini.

Dalam kegiatan tersebut langsung dipantau oleh Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, didampingi Kabagops Kompol I Ketut Sukarda, Kapolsek Banjarsari Kompol Joko Satrio, dan Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost.

Polresta Surakarta bersama dengan Kodim 0735 Surakarta dan Pemkot Surakarta bersepakat untuk memilah dan memisahkan antara warga yang sedang terpapar dengan warga yang sehat di permukiman, dengan maksud agar efektif treatment yang dilakukan untuk penyembuhan pasien OTG tersebut dan yang terpenting dapat mencegah penularan yang masif di tengah permukiman, jelas Kapolresta melalui keterangan resmi yang diterima Ayosemarang, Rabu 7 Juli 2021.

Ade Safri menambahkan, pihaknya juga melakukan pendekatan presuasif dan edukatif terhadap pasien OTG agar mau dievakuasi ke tempat isolasi dan perawatan OTG terpusat.

Kapolresta menjelaskan, pasien OTG selama dirawat di tempat perawatan OTG terpusat akan diberikan makanan bergizi secara gratis, mendapatkan obat-obatan dan vitamin secara gratis untuk meningkatkan imunitas tubuh, serta dalam pantauan nakes untuk mengikuti perkembangan kesehatan pasien.

Perawatan terhadap pasien OTG akan lebih maksimal dilakukan tenaga kesehatan, sehingga proses penyembuhan akan lebih tepat. Dan yang lebih terpenting lagi adalah untuk mencegah penularan, baik di lingkungan keluarga, tetangga sampai dengan lingkungan yang lebih besar, terang Kapolresta.

Dengan penjemputan warga isoman dan dipindahkan ke tempat isolasi terpusat itu, diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di perukiman warga.

Kami akan edukasi mereka, dengan menjelaskan bahwa tempat perawatan terpusat jauh lebih baik jika di bandingkan dengan isoman dirumah,sehingga proses penyembuhannya bisa diakselerasi dan dapat dicegah tingkat fatalitasnya, pungkas Ade Safri.

Artikel Asli