Hati-Hati! Uang Palsu yang Dicetak Pecatan Polisi Ini Sudah Beredar

Nasional | lombokpost | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:37
Hati-Hati! Uang Palsu yang Dicetak Pecatan Polisi Ini Sudah Beredar

MATARAM -Masyarakat harus berhati-hati. Jangan sampai menerima uang palsu (upal). Sebagian uang palsu yang dicetak pecatan polisi berinisial JWA, 35 tahun, telah beredar. Pelaku telah menggunakan uang palsu hasil cetakannya untuk melakukan pembayaran, kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam keterangan pers, Selasa (6/7).

Hasil pemeriksaan, pelaku telah menggunakan upal untuk menebus gadai sepeda motornya di wilayah Kuripan, Lombok Barat (Lobar). Dia juga menggunakan upal untuk taruhan judi bola di wilayah Cakranegara, Mataram. Tebus gadai motor digunakan Rp 2,5 juta dan judi jutaan rupiah, kata Artanto.

Total upal yang sudah dicetak JWA dibantu rekannya MR sebanyak Rp 12,5 juta. Makanya, masyarakat harus melihat secara mendetail uang yang diterima, imbau perwira menengah Polri tingkat tiga itu.

Diketahui, JWA ditangkap di rumahnya Dusun Sedayu, Kecamatan Kuripan, Lobar. Bekas polisi yang pernah bertugas di Polsek Kediri itu ditangkap bersama rekannya berinisial MR, Jumat (2/7) lalu. MR ini merupakan residivis. Sebelumnya pernah terjerat kasus pemalsuan STNK, jelas Artanto.

MR dikenal cekatan memalsukan dokumen. Karena pemalsuan dokumen itu dia sudah tiga kali masuk bui. Terakhir membuat STNK palsu, jelasnya.

Untuk mencetak uang palsu, mereka membagi tugas. MR bertindak sebagai pencetak uang. Sementara JWA sebagai pemodal bahan baku, sekaligus membantu memotong dan membelanjakannya. Saat kita tangkap kedua pelaku sedang mencetak upal menggunakan printer, kata dia.

Dari penggeledahan ditemukan barang bukti alat cetak upal dan hasil cetak upal Rp 750 ribu. Itu menjadi bukti kuat menetapkan mereka menjadi tersangka, jelasnya.

Dia meminta kepada masyarakat jika menemukan uang palsu segera diserahkan ke polisi. Tidak dibelanjakan. Atau dihanguskan. Karena itu bisa mengarah ke pidana, peringatnya.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Mengantisipasi adanya tempat lain yang digunakan untuk mencetak uang palsu. Semua masih kita dalami, jelasnya.

JWA dan MR dijerat pasal 244 KUHP dan atau pasal 245 KUHP dan atau pasal 36 dan atau pasal 37 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pemalsuan dan Peredaran Uang Kertas.

Sementara itu, MR yang ditanya enggan menjawab pertanyaan. Saya tidak mau memberikan jawaban. Nanti saya jawab di depan penyidik, katanya. (arl/r1)

Artikel Asli