Atasi Kelangkaan, Politikus Gerindra DKI Usulkan Saham Bir Dijual Untuk Bangun Pabrik Oksigen

Nasional | rmol.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:28
Atasi Kelangkaan, Politikus Gerindra DKI Usulkan Saham Bir Dijual Untuk Bangun Pabrik Oksigen

RMOL.Desakan penjualan saham bir di PT Delta Djakarta kembali muncul seiring melonjaknya kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta yang sudah terjadi selama dua pekan ini.

Selain sulitnya mencari ruang perawatan dan tempat isolasi, masyarakat turut mengeluhkan kelangkaan tabung oksigen di pasaran.

Kalaupun tersedia, harga tabung oksigen naik hingga berlipat-lipat. Kondisi tersebut jelas membuat masyarakat semakin terjepit.

Untuk itu, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mengusulkan rencana penjualan saham bir yang sudah terkatung-katung selama tiga tahun segera direalisasikan.

"Uang saham bir bisa digunakan bangun pabrik oksigen," kata Wahyu saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (7/7).

Menurut Wahyu, produksi oksigen dari pabrik tersebut bisa menyuplai kebutuhan oksigen untuk fasilitas rumah sakit di Jakarta, baik milik pemerintah maupun swasta.

"Nantinya yang diproduksi swasta bisa full untuk industri," kata politikus Kebon Sirih asal Partai Gerindra ini.

Sebelum direalisasikan, saran anak buah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ini, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan kajian secara matang.

"Dengan adanya pabrik oksigen minimal ada prioritas yang bisa dijaga untuk Jakarta. Yang penting tidak sampai rugi seperti BUMN yang akhirnya dibeli swasta," demikian Wahyu.

Pemprov DKI Jakarta diperkirakan bakal mengantongi dana Rp 800 miliar jika menjual sahamnya di perusahaan bir, PT Delta Djakarta.

Angka itu diperoleh dengan mengacu pada harga saham saat ini dan besaran yang saham yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta. Pemprov DKI diketahui mempunyai 26,25% saham di PT Delta Djakarta.

Hasil penjualan (asumsi harga saham Rp 3.800) sama dengan Rp 800 miliar, ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI, Riyadi, beberapa waktu lalu.

Di DPRD DKI Jakarta sendiri terjadi pro kontra soal rencana penjualan saham perusahaan bir yang dimiliki sejak era Gubernur DKI Ali Sadikin itu.

Salah satu alasan kelompok yang menolak rencana jual saham bir itu adalah perusahaan itu menguntungkan DKI Jakarta. []

Artikel Asli