Pemuka Agama Jadi Struktur Sosial Untuk Edukasi Rakyat Soal Aturan Prokes, Ubedilah Badrun: Jangan Musuhi Ulama

Nasional | rmol.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 08:59
Pemuka Agama Jadi Struktur Sosial Untuk Edukasi Rakyat Soal Aturan Prokes, Ubedilah Badrun: Jangan Musuhi Ulama

RMOL.Para ulama dan tokoh agama, maupun tokoh masyarakat, menjadi struktur sosial yang dapat menertibkan masyarakat untuk menaati kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, saat menjadi narasumber diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "PPKM Darurat: Macet Di Penyekatan" yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/7).

Menurut Ubedilah, secara sosiologis, keteraturan atau ketertiban masyarakat dipengaruhi oleh pranata-pranata sosial. Di tengah-tengah masyarakat harus ada struktur sosial yang mempunyai peran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tertib aturan.

"Siapa struktur sosial yang cukup efektif menertibkan masyarakat? Saya mau katakan, secara sosiologis di Indonesia adalah para ulama, para Ustaz," terang Ubedilah.

Akan tetapi, selama pandemi ini, sudah 580 lebih ulama yang meninggal. Sehingga, terjadi kekosongan struktur sosial di tengah masyarakat.

"Jadi bayangkan, orang-orang penting di masyarakat, secara kultural di desa-desa itu kan para ustaz para ulama punya pengaruh besar, nah mereka meninggal. Jadi maksud saya, sebetulnya, secara sosiologis kita bisa mengoptimalkan struktur sosial yang ada sampai ke tingkat RT untuk memberikan pengumuman, memberikan edukasi. Itu kan harusnya bekerja serentak," paparnya.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi dikarenakan kebijakan pemerintah yang setengah hati.

"Sudah terlanjur luar biasa rakyat dirugikan besar-besaran dan kematian terus bertambah. Jadi saya melihat ini, dalam bahasa pantun, itu nasi sudah menjadi bubur. Jadi sekarang ini seperti rakyat harus bekerja keras sendiri untuk mempertahankan dirinya, itu herd imunity," jelas Ubedilah.

"Jadi yang hebat tuh rakyatnya sebetulnya. Karena rakyat diberikan satu arena untuk bertarung dengan Covid sekarang ini," tegasnya.

Dengan demikian, Ubedilah menyarankan kepada pemerintah untuk mengoptimalkan struktur sosial tersebut.

"Jangan musuhi ulama, jangan musuhi ustaz, jangan musuhi pendeta, jangan musuhi mereka yang kelompok-kelompok naturalis ini. Mereka adalah bagian penting dari republik ini, yang harusnya difungsikan struktur sosial semacam itu untuk kepentingan edukasi yang sangat-sangat humanis, dan mereka biasanya pendekatannya kultural. Itu jauh lebih efektif," demikian Ubedilah. []

Artikel Asli