Minum dari Gelas Plastik Bikin Imunitas Turun? Ini Kata Ahli

Nasional | republika | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 08:21
Minum dari Gelas Plastik Bikin Imunitas Turun? Ini Kata Ahli

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah menjadi rahasia umum limbah plastik turut mencemari lingkungan. Namun kali ini muncul kekhawatiran bagaimana dampak penggunaan plastik untuk tubuh manusia.

Apalagi saat musim panas selalu diikuti gelombang 'pesta plastik'. Hal itu karena banyak orang memilih mengonsumsi minuman dingin menyegarkan dan diseruput dari gelas plastik.

"Ada banyak potensi bahaya kesehatan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda meminumnya," tulis laporan Eat This Not That! , dikutip Rabu (7/7).

Menurut para ahli, efek samping utama dari pemakaian gelas plastik pada tubuh dapat membuat seseorang jatuh sakit. Risiko ini terjadi dalam dua cara, termasuk ketika mengonsumsi plastik dalam jumlah kecil sekalipun.

"Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Chemosphere mengukur rata-rata gudang plastik dengan cangkir plastik sekali pakai, dan itu adalah tiga miligram per cangkir," kata seorang dokter naturopati, Amy Neuzil.

Bahkan, jika orang benar-benar hanya mengonsumsi sebagian kecil, itu menambah jumlah yang sangat besar. Mengonsumsi mikroplastik memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ahli gizi Niyla Carson menjelaskan, minum dari cangkir yang tinggi kandungan Bisfenol-A (BPA) membuat kekebalan tubuh manusia (imunitas) berkurang.

Carlson menyebut, gelas plastik sangat tidak disarankan untuk wanita hamil. Namun di tengah kondisi pandemi yang menuntut imunitas baik, sebaiknya semua manusia menghindari apa pun yang dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh.

Gelas plastik bisa membuat seseorang sakit sedikit lebih mudah. Ahli gizi dari The Candida Diet, Lisa Richards, menjelaskan, penggunaan gelas plastik lebih rentan tertukar saat acara makan bersama orang lain. Orang secara tidak sengaja mengambil cangkir milik orang lain yang bisa saja mengandung kuman.

Permukaan pada gelas plastik sering dibuat dengan ruang kecil di bawahnya di mana kuman dan air liur dapat berkumpul. Jika orang menggunakan cangkir ini sepanjang hari, atau beberapa hari, maka dapat menumpuk dan menyebabkan pertumbuhan bakteri yang kemudian menerima dan menempatkan seseorang pada risiko penyakit.

Artikel Asli