Sidak Perusahaan Pelanggar PPKM Darurat Marahnya Anies Berbuah Manis

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:50
Sidak Perusahaan Pelanggar PPKM Darurat Marahnya Anies Berbuah Manis

Masuki hari ke-4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sidak ke perusahaan-perusahaan. Mengetahui masih ada perusahaan yang melanggar, Anies yang biasanya kalem, tidak bisa menahan amarahnya.

Salah satu gedung perkantoran yang jadi sasaran sidak Anies kemarin adalah Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat. Ia tiba sekitar pukul 11 siang.

Anies tidak datang sendiri. Dia didampingi Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, dan Kadisnaker DKI Jakarta Andri Yansyah.

Dari hasil sidaknya, Anies menemukan di lantai 43 masih ada sejumlah perusahaan non esensial yang mbalelo sama aturan PPKM Darurat. Karyawannya tetap disuruh ngantor. Istilah kerennya Work From Office atau WFO.

Padahal, pemerintah sudah mewajibkan karyawan perusahaan non esensial bekerja dari rumah selama masa perberlakuan PPKM Darurat. Tidak ada tawar-menawar: 100 persen Work From Home (WFH).

Salah satu kantor yang kena sidak Anies adalah Ray White. Perusahaan agen properti ternama ini, masih meminta karyawannya masuk.

Ketika Anies masuk, di ruangan ada TV LED yang menyala. TV tersebut memajang video bosnya: Johann Boyke Nurtanio, Country Director of Ray White Indonesia.

Mengetahui masih banyaknya karyawan Ray White, sontak saja, air muka Anies berubah. Memerah dan murka. Tapi terlihat masih ditahan-tahan saat bicara dengan para karyawan ketika menanyakan keberadaan bos atau manajernya. Nada omongan Anies ketika itu, masih lemah lembut.

Tapi tidak, ketika berhadapan dengan atasannya. Tanpa basa-basi, Ibu Diana, salah seorang Petinggi di Ray White, langsung disemprot. Bu Diana sama perusahaan ini tidak bertanggung jawab, serang Anies, dengan nada tinggi sambil nunjuk-nunjuk ke arah Diana.

Petinggi Ray White, yang mengenakan seragam serba hitam itu tak bisa berkata-kata. Diam seribu bahasa. Sebagaimana terekam video yang diposting Anies dalam Insta Story-nya kemarin.

Ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa. Kita mau selamatkan nyawa orang, lanjut Anies, dengan nada gemetar dan muka memerah.

Dimarahin begitu di depan anak buahnya, Diana hanya bisa manggut-manggut hingga membungkuk sesekali. Orang-orang seperti Ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja, omel Anies lagi.

Sekarang tutup kantornya dan langsung nanti akan diproses. Dan katakan pada semua, pulang! Taati aturan. Mengerti! perintah Anies, dengan tatapan tajam, yang langsung dijawab mengerti oleh Diana dengan anggukan yang dalam.

Ketika hendak meninggalkan kantor tersebut, Anies menempel stiker penyegelan, yang bertuliskan penghentian sementara kegiatan di pintu kaca kantor Ray White.

Masih di gedung yang sama, Anies lalu mendatangi kantor PT Equity Life Indonesia. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa. Kali ini, petinggi yang dihadapi Anies, laki-laki.

Kenapa aturan dilanggar? tanya Anies, penuh emosi. Kenapa aturan dilanggar? ulangnya lagi, sambil berjalan mendekat petinggi di perusahaan tersebut. Namun, sang atasan perusahaan tak bisa menjawab dengan jelas.

Mereka ikut aturan perusahaan kan, desak Anies lagi. Iya pak, jawabnya. Perusahaan menyuruh masuk? tanya Anies, lalu dijawab anggukan. Kemudian mengarahkan Anies ke bagian HRD-nya.

Lalu, dengan nada merendah Anies mengingatkan atasan Equity Life Indonesia ini terkait meningkatnya angka kematian akibat Corona di Indonesia. Tiap hari kita nguburin orang pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak, ga ada yang beruntung pak, sentil Anies.

Sang Gubernur juga tampak prihatin, ketika melihat salah seorang karyawan yang hamil, yang tetap disuruh ngantor di tengah kasus Corona kian mengkhawatirkan.

Jangan seperti begini, apalagi ini ibu hamil masuk. Ibu hamil kalau mau melahirkan, kena Covid, paling susah, ungkap Anies. Pagi ini saya terima kabar, satu ibu hamil meninggal. Kenapa, melahirkan. Covid, ingatnya.

Berbeda dengan Ray White, kantor PT Equity Life Indonesia kabarnya tidak disegel. Perusahaan tersebut mengklaim diri mereka masuk di sektor esensial.

Sehingga masih diperbolehkan bekerja dari kantor. Maksimal 50 persen. Sebagaimana diatur dalam ketentuan instruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 perihal PPKM Darurat Jawa dan Bali dan Kepgub Jakarta 875 Tahun 2021.

Mereka harus tetap melayani nasabah yang melakukan klaim asuransi. Baik asuransi maupun kesehatan, tulis keterangan resmi PT Equity Life Indonesia melalui akun Instagramnya, kemarin.

Pihak perusahaan juga mengklarifikasi soal ibu hamil yang masuk kantor. Corporate Communication PT Equity Life Indonesia, Yuliarti beralasan karyawan yang masuk itu bukan untuk bekerja, melainkan mengurus cuti melahirkan.

Sementara perwakilan Ray White langsung dipanggil ke Polda Metro Jaya. Mulai dari manajer hingga HRD nya diperiksa. Namun, pihak kepolisian belum menyebutkan sanksi pidana apa yang akan dijatuhkan pada perusahaan terduga pelanggar PPKM Darurat ini. Saat ini masih dimintai keterangan, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Marahnya Anies kepada perusahaan pelanggar PPKM Darurat berbuah manis di media sosial. Banyak yang memuji sikap tegas Anies dalam menegakan aturan.

Pujian salah satunya datang dari Tokoh Nahdlatul Ulama, Gus Umar Hasibuan. Melalui akun Twitternya, @Umar_Chelsea_75 , Umar menilai wajar, jika Anies sampai semarah itu. Apalagi ketika mengingat ucapan Anies yang sampai terbata-bata menyebutkan ratusan korban Covid yang dikuburkan belum lama ini. Ayo pak pidanakan mereka, cuitnya. Mantap!! sikat pak @aniesbaswedan , dukung @EricReladi .

Akun @zarazettirazr memuji sikap Anies yang tegas. Nah, gini keren. Jangan rakyat kecilnya aja yang disalahin, dirazia, didenda tapi boss boss nya juga yang maksa mereka kerja.

Akun @reza_roo mengaku terkejut, melihat Anies yang ternyata bisa marah-marah juga.Kali pertama nih liat Pak Anies marah betul, ada Dirkrimum lagi sebelahnya. Its over sih ini Country Manager or Management levelnya kalo disidik atas pelanggaran PPKM Darurat ini, cuitnya. [SAR]

Artikel Asli