Datang Ke Podcast Deddy Corbuzier Luhut Tebar Ancaman Juga Tebar Senyuman

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:40
Datang Ke Podcast Deddy Corbuzier Luhut Tebar Ancaman Juga Tebar Senyuman

Di tengah kesibukannya mengawasi pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan datang ke podcast Deddy Corbuzier. Menko Kemaritiman dan Investasi ini, cerita banyak soal pandemi dan pelaksanaan PPKM Darurat. Ada ancaman yang ditebar selama berbincang hampir 1 jam itu, tapi banyak juga senyuman yang ditebar Luhut.

Obrolan tersebut sudah tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier dengan judul Pak Luhut, Jangan Marah Ya. Mau Nanya Nih!. Belum sampai sehari, video berdurasi ini 59 menit 30 detik ini sudah ditonton 1.280.660 kali. Disukai 68 ribu netizen dan 4 ribu yang tidak begitu suka.

Selama obrolan berjalan, Luhut yang mengenakan kemeja putih lengan pendek itu, terlihat lebih santai. Bicaranya ceplas-ceplos. Tidak garang seperti saat memimpin rapat atau menggelar konfrensi pers terkait PPKM.

Beliau tidak semenyeramkan seperti yang saya bayangin, ungkap Deddy.

Eks pesulap itu tak menyangka Luhut bersedia memenuhi undangannya untuk menjadi tamu podcast -nya. Jadi saya punya cerita lucu dulu. Awal-awalnya saya ingin mengundang Pak Luhut. Lalu ketika Pak Luhut bilang iya, saya sesak napas, Pak. Bukan Covid, saya serem, kata Deddy.

Kenapa? tanya Luhut lalu tertawa. Deddy kemudian menjelaskan sederet data tentang seorang Luhut. Kayaknya semuanya kalau lihat Anda itu sudah jenderal bintang 4, jadi dubes, Menteri Industri. Terus sekarang Anda ada di sini. Terus Anda mengambil keputusan-keputusan yang pokoknya wah.. gitu. Tangan besi, Deddy menjelaskan.

Terus kalau dengan nama Pak Luhut, itu minimal tarik napas tiga kali Pak, kelakar Deddy.

Pria berkepala plontos itu menilai, Luhut tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Kumisnya okelah seram. Tetapi orangnya baik dan beda, ujar Deddy.

Kemudian, keduanya mulai membahas obrolan yang cukup serius seputar Corona dan pelaksanaan PPKM. Saat membahas soal Corona, Luhut menjawab serius. Menurutnya, Corona merupakan lawan yang sulit ditebak. Karena wujudnya tidak kasat mata, jadi bisa berada di mana saja. Kondisi ini berbeda ketika ia masih aktif di militer. Sederet teori tentang strategi perang sudah dikuasainya. Sehingga bisa dengan mudah mengalahkan lawan.

Karena Corona sulit diketahui dan cepat menyebar, akhirnya pemerintah memutuskan PPKM Darurat sejak 3 sampai 20 Juli. Darah Luhut seakan mendidih, karena banyak pihak mengkritik bahkan menghina Presiden Jokowi.

Banyak intelektual sebagai pemimpin tidak memberi contoh yang baik. Kalau sebagai pemimpin, anda harus loyal kepada sistem, kepada jabatan. Kalau tidak memberikan contoh yang baik, gimana anak buahmu, pesan Luhut.

Menurutnya, Indonesia beruntung memiliki pemimpin seperti Jokowi. Tidak maling, sederhana, dan bertanggung jawab. Terlebih dalam kondisi seperti sekarang, Luhut menganggap presiden berani ngambil keputusan. Ia khawatir di masa yang akan datang, tidak ada lagi sosok pemimpin seperti Jokowi.

Itu nilai plus -nya. Deddy lantas meminta Luhut mengungkapkan kekurangan Jokowi. Sambil malu-malu ia berkelakar. Paling tidak, nggak bisa gemuk-gemuklah badannya, seloroh Luhut, dilanjuti gemuruh tawa keduanya.

Deddy lantas mempertanyakan pemerintah sering mengganti nama-nama dalam melawan Corona. Dulu PSBB dengan segala jenisnya, sekarang PPKM, juga banyak macamnya. Dijawab Luhut, PSBB itu lahir dari daerah. Sedangkan PPKM dari pusat ke daerah, bahkan nasional. Kenapa tidak lockdown pak? tanya Deddy, lagi.

Lockdown itu nggak segampang itu. Bisa mati semua rakyat. Kita belum tentu bisa lockdown . Kebijakan yang diambil tidak hanya dari satu angle , terang Luhut. Nanti ada lagi PPKM neraka, sahut Deddy, dibarengi gelak tawa.

Deddy kemudian memancing lagi. Di Singapura, Covid dianggap flu biasa. Kan beres? ucapnya. Sembari ketawa, lulusan akademi militer tahun 1970 ini mengatakan, banyak perbedaan antara Indonesia dengan Singapura.

Dari pengalamannya selama ini, Luhut menyimpulkan bahwa negara maju tidak ingin negara berkembang juga jadi negara maju. Siapa saja yang menganggap omongan saya nggak bener, boleh ngomong ke saya. Karena saya ngalamin. Itu fakta, tegasnya.

Ia lantas mencontohkan hasil bumi yang diambil dari Indonesia kemudian diolah di negara maju. Akibatnya, Indonesia hanya menjadi tempat penampungan. Padahal, sebagai negara yang memiliki sumber daya, Indonesia juga ingin menikmatinya. Saya bilang pasti ada yang tidak suka. Kata Pak Jokowi, lawan saja. Itu yang saya suka, beber Luhut.

Begitu juga soal anggapan bahwa Luhut pro ke China. Padahal yang sebenarnya terjadi, tidak seperti itu. Dalam bisnis, kedua negara perlu bersinergi. Emang kita bego apa. Dengan segudang pengalaman saya. Dia punya kungfu, kita juga punya kungfu. Lo untung, gua juga untung. Tapi gua lebih banyak ya untungnya, sambernya, sambil ketawa.

Terakhir, Luhut berpesan kepada anak-anak muda untuk bekerja keras. Pengabdian ke negara banyak ragamnya, tidak hanya menjadi presiden. Bagi yang senior, jangan membimbing juniornya untuk memaksakan kehendaknya yang tidak tercapai.

Apa kurangnya saya dikatain orang. Saya bilang ke Jodi (stafnya) emang gua pikirin. Jangan mikirin status. Dikubur pake tanah juga lu. Lu mati status lu apa. Mati dikubur di tanah 1 kali 2 meter. Nanti sampe di pemerintah maling juga, pesannya.

Netizen yang mendengar pun tidak menyangka. Hormat Pak Luhut. Baru tau kalo kegagahan dan kebijaksanaan beliau dalam podcast Om Deddy. Semoga beliau sehat terus dan juga diberi umur panjang. Terima kasih atas motivasinya mystery of life , tutur @Indraeferes . Habis nonton Lord Luhut di podcast Deddy Corbuzier. Pantas banget dia jadi orang kepercayaan Jokowi, cetus @SambilNgopiYuk .

Agak lain Pak Luhut di podcast Deddy, nilai @PamanGobeerr . Maafkan kami Pak Luhut yang telah berburuk sangka padamu. Maafkan kami telah berburuk sangka ke Pak Presiden. Setelah melihat podcast , hati saya tersentuh. Ternyata memang betul-betul berat memimpin negeri ini. Apalagi media yang kerap membuat framing negatif, pungkas @intisari 929 . [MEN]

Artikel Asli