Ganti Tema Diskusi Ibu Kota Negara Baru Dengan Covid Fadjroel Nyaris Kepleset

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:20
Ganti Tema Diskusi Ibu Kota Negara Baru Dengan Covid Fadjroel Nyaris Kepleset

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, hampir saja kepleset. Gara-garanya, dia mau menggelar diskusi tentang Ibu Kota Negara baru di tengah kasus Corona yang sedang melonjak. Karena diskusi ini ditentang banyak pihak, Fadjroel kemudian mengganti temanya dengan penanganan Corona.

Peristiwa ini bermula saat Fadjroel mencuit di akun Twitter @fadjroeL , Senin (5/7). Saat itu dia mengumumkan akan digelarnya webinar bertema "Ibu Kota Negara Baru sebagai Transformasi Indonesia Maju", sambil memajang poster diskusi itu. Diskusi ini digelar via Zoom oleh Jurnal Indonesia Maju, pada Selasa (6/7), pukul 1 siang.

Pemateri yang dihadirkan ada dua: Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Airlangga Prof Badri Munir Sukoco dan Peneliti atau Dosen Sosiologi dari Universitas Hasanuddin Rahmat Muhammad. Sementara, Fadjroel berperan memberi sambutan.

Tak lama setelah diunggah, cuitan tersebut langsung menuai kritik. Antara lain dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. "Rakyat sedang hadapi maut akibat Covid -ini malah bahas proyek Ibu Kota Baru," sentilnya melalui akun @msaid_didu dengan melampirkan poster webinar tersebut.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut nyentil. Dia meminta penyelenggara webinar soal Ibu Kota Baru itu untuk belajar empati dengan kondisi Indonesia yang sedang berduka.

"Belajarlah untuk empati dengan kondisi publik yang sedang berduka, Indonesia dalam keadaan berduka. Ratusan nyawa melayang karena serangan pandemi. Kelangkaan oksigen salah satu sebabnya di tengah jaminan pemerintah bahwa semua akan tersedia," tulianya di akun @MardaniAliSera .

Diserang habis-habisan begitu, membuat Fadjroel berpikir ulang. Dia kemudian menghapus cuitan pengumuman webinar Ibu Kota Baru. Malamnya, ia mengganti judul webinarnya jadi: #PPKMDarurat Pandemi dan Daya Tahan Sosial Ekonomi. Tapi, pematerinya tetap sama.

"#PPKMDarurat: Pandemi dan Daya Tahan Sosial Ekonomi + http://jurnalim.id Jurnal Indonesia Maju @JubirPresidenRI didukung @setkabgoid Selasa 6 Juli Pk.13 WIB. Narsum: Prof. Badri Munir @Unair_Official & Dr. Rahmat Muhammad Sosiolog @hasanuddin_univ ~ Dr. M. Fadjroel Rachman," cuitnya, di akun @fadjroeL , dengan melampirkan poster webinar.

Wabinar ini berjalan lancar. Pesertanya penuh, hingga 100 orang. Fadjroel, dalam sambutannya, menyampaikan bahaya Covid-19 dan pelaksanaan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Ia berharap, kasus virus Corona berhasil ditekan.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi PPKM Darurat 2 atau 3 atau seterusnya," harap Fadjroel.

Ia juga menyampaikan strategi pemerintah di bidang kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19. "Sudah mengeluarkan dana cukup besar," sambungnya.

Pemateri, meskipun diganti judul webinar secara dadakan ternyata masih bisa memberikan pemaparan cukup panjang. Badri Munir Sukoco bicara sekitar 23 menit. Sementara, Rahmat Muhammad 18 menit.

Namun, di Twitter, warganet yang sudah kadung dengan Fadjroel, tetap menyerang membabi buta. Beberapa di antara malah mengunggah kembali poster webinar sebelumnya di kolom komentar.

"Masih sempet-sempetnya ya ngadain webinar? Nggak ada obat emang," sindir @JabbzAbdul . "Wkwkwkw sadarnya telat, tapi bersikukuh ganti judul ya," guyon @budi_tomiko1 , dengan emoji ketawa.

Sementara, akun @whatever_u9 khawatir, pemateri tidak siap menyampaikan pembahasan mendalam karena perubaham tema yang mendadak. "Topik boleh berubah, tapi pemateri sama.. Serius nih? Pemateri siap dalam pembahasan yang mendalam terkait topik yang diangkat?" tanya dia.

Ada juga yang menyindir soal pendanaan webinar."Dana sudah turun ya. Kan mau nggak mau harus dilanjut. Pinter sih tapi rakyat nggak bodoh bos," sindir akun @EDAJ94975667 . [SAR]

Artikel Asli