PPKM 2 Minggu Lagi Mendag Jamin Pasokan Sembako dan Oksigen Aman

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:14
PPKM 2 Minggu Lagi Mendag Jamin Pasokan Sembako dan Oksigen Aman

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok aman dan terkendali selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat. Pihaknya juga berjanji bakal memuluskan impor oksigen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Saya pastikan seluruh barang pokok mempunyai kecukupan lebih dari dua minggu. Semua barang ini ada, terjangkau, stabil, dan mudah-mudahan dalam PPKM Darurat ini barang pokok dan penting tidak ada masalah, tegas Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (6/7).

Catatannya, harga beras medium dan beras premium masih dalam kategori normal. Begitu juga dengan gula pasir, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan kacang kedelai. Semua komoditas tersebut memang terjadi fluktuasi, tapi masih dalam batas wajar.

Diakuinya, kenaikan terjadi pada minyak goreng. Hal ini dikarenakan tingginya harga crude palm oil (CPO) di bulan-bulan sebelumnya.

Selain itu, harga cabe merah yang memang agak naik. Hal ini dikarenakan dinamika pasar. Namun dipastikan harga kembali turun, karena sentra produksi cabe di Banyuwangi memasuki masa panen.

Mendag juga menyampaikan soal rencana impor oksigen. Menurutnya, tak lama lagi, impor oksigen dari Taiwan akan tiba di Tanah Air.

Kebijakan impor oksigen dibuka Kementerian Perdagangan atas usulan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat itu, BNPB meminta agar produk-produk penting dalam penanganan pandemi tidak dihalangi untuk masuk ke Indonesia.

Lutfi memastikan, oksigen sudah masuk dalam list yang diminta BNPB. Dengan upaya ini, ia berharap tidak lagi ada kendala dalam pengadaannya, termasuk melalui instrumen impor.

Hanya saja, Lutfi enggan menjelaskan lebih lanjut soal impor oksigen tersebut. Misalnya, negara mana saja yang akan mengirim oksigen ke Indonesia, selain Taiwan.

Ini bukan dari mana saja. Dari manapun kalau barangnya sudah masuk list, itu sudah masuk esensi dan kita pastikan kelancarannya di pelabuhan dengan baik, cetusnya.

Selain itu, Mendag juga menjamin kelancaran distribusi obat dan alat kesehatan. Mengingat upaya ini sudah dikoordinasikan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan kementerian/ lembaga lain. Soal harga, bukan lagi menjadi kewenangan kementeriannya, tetapi berada di Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah akan mengimpor tabung oksigen untuk mengatasi kelangkaan oksigen di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19.

Budi mengatakan, kelangkaan oksigen disebabkan beberapa hal. Antara lain ketersediaan tabung gas yang minim karena memang belum diproduksi di Indonesia.

Kami dengan Kementerian Perindustrian sudah berkoordinasi untuk mengimpor tabung 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan Covid-19, kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (5/7/2021).

Menkes menjelaskan, semakin banyak tempat tidur tambahan yang saat ini membutuhkan tabung oksigen. Sebaliknya, distribusi oksigen terhambat karena minimnya jumlah tabung. [MEN]

Artikel Asli