Wujudkan Kemanusiaan dan Peradaban, UIN Walisongo Buka Sentra Vaksinasi dan Isolasi Terpusat

Nasional | ayosemarang | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:11
Wujudkan Kemanusiaan dan Peradaban, UIN Walisongo Buka Sentra Vaksinasi dan Isolasi Terpusat

SEMARANGBARAT, AYOSEMARANG.COM -- Tempat isolasi terpusat kembali hadir di Kota Semarang, yakni ada di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

Kampus yang berada di Kecamatan Ngaliyan ini menghibahkan asrama mahasiswanya sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19. Bahkan di gedung yang memiliki 124 tempat tidur ini saat ini sudah digunakan oleh 53 pasien.

Pada Selasa 6 Juli 2021, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi tempat isolasi tersebut. Saat berkunjung Ganjar mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam rangka penanganan Covid-19 di Jateng.

"Ini bagus, saya ucapkan terimakasih dan apresiasi atas partisipasi UIN Walisongo. Tidak hanya ikut dalam program vaksinasi, tapi gedung-gedung kosong dimanfaatkan untuk isolasi terpusat," kata Ganjar.

Dari isolasi terpusat di UIN ini, Ganjar juga meminta kepada Bupati/ Wali Kota se-Jateng agar dapat berkoordinasi dengan perguruan tinggi setempat. Gedung-gedung kampus yang kosong bisa dimanfaatkan untuk isolasi terpusat.

"Nggak usah sungkan, buktinya Rektor UIN Walisongo oke dan mendukung. Jadi ada banyak perguruan tinggi, sekolah, gedung diklat yang bisa digunakan," ucapnya.

Dengan optimalisasi isolasi terpusat, maka penanganan Covid-19 di Jateng lanjut Ganjar akan bisa lebih cepat. Pasalnya, klaster tertinggi di Jateng adalah klaster keluarga.

"Kalau mereka yang positif diambil dan diisolasi terpusat, maka tidak akan jadi klaster keluarga. Maka saya minta optimalisasi isolasi terpusat ini dilakukan serentak di Jateng, apalagi sedang PPKM Mikro Darurat ini," jelasnya.

Selain penyediaan tempat isolasi terpusat, UIN Walisongo juga membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi. Saban hari di di kampus itu melaksanakan vaksinasi dengan target 1200 orang perhari.

"Jadi kalau semua bergerak bersama, maka persoalan cepat selesai. Percepatan vaksinasi perguruan tinggi terlibat, kekurangan SDM perguruan tinggi membantu. Sekarang oksigen sudah mulai beres. Kalau keroyokan seperti ini, maka target penurunan kasus 10.000 bisa tercapai," pungkasnya.

Sementara Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr Imam Taufiq mengungkapkan jika sudah saatnya semua elemen terlibat dalam penanganan dan penyelesaian kasus Covid-19. Sehingga penanganan ini tidak hanya dibebankan kepada Pemerintah.

"Jadi semua harus terlibat, bukan hanya Dinkes atau pak Gubernur, tapi perguruan tinggi bisa terlibat. Apalagi, kami punya potensi untuk membantu," katanya.

Imam juga menegaskan, keputusan menjadikan asrama mahasiswanya sebagai tempat isolasi terpusat tak terlepas dari tagline UIN Walisongo. Dimana kampus itu menyatakan sebagai kampus kemanusiaan dan peradaban.

"Maka kita harus tampil di depan untuk membantu pemerintah menyelesaikan persoalan ini," pungkasnya.

Artikel Asli