Stok Oksigen Sempat Tidak Cukup, Pemerintah Impor 10.000 Oksigen Konsentrator dari Singapura

Nasional | radartegal | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:00
Stok Oksigen Sempat Tidak Cukup, Pemerintah Impor 10.000 Oksigen Konsentrator dari Singapura

Stok oksigen medis di Indonesia sempat tidak mencukupi. Hal itu diakui oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia memastikan pemerintah telah menambah stok oksigen medis. "Memang betul, suplai oksigen tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis saat itu. Tapi setelah dua hari, tiga hari terakhir ini, kami mobilisasi dari mana-mana," tegas Luhut di Jakarta, Selasa (6/7).

Dia menyebut pemerintah telah menambah stok oksigen medis dari sejumlah daerah. Selain itu, industri oksigen medis beralih untuk menyuplai penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Ada ambil dari Morowali dan sudah sampai di Jakarta. Bisa dilihat di Tanjung Priok. Kemudian oksigen yang ada di Cilegon, dan di Batam. Sekarang kita arahkan 100 persen oksigen yang dari industri untuk membantu kesehatan dulu," paparnya.

Dikatakan, stok oksigen medis ini akan diprioritaskan untuk pasien Covid-19 yang dirawat intensif. "Kita melihat untuk 2 minggu ke depan. Sementara kita arahkan supaya oksigen ini murni menolong orang yang diisolasi dan rawat intensif," tukasnya.

Untuk pasien Covid-19 yang bergejala ringan akan dialihkan dengan menggunakan oksigen konsentrator. Pemerintah juga telah mengimpor oksigen konsentrator dari Singapura.

"Sedangkan yang ringan kita akan gunakan apa yang disebut oksigen konsentrator. Oksigen konsentrator ini mengambil dari udara biasa, diproses, dan bisa dihirup. Itu sekarang kita sudah pesan 10.000 unit. Sebagian sudah datang pakai pesawat Hercules dari Singapura. Kita juga ambil dari tempat lain bila dirasa masih kurang," tutup Luhut.

Di bagian lain, Presiden Joko Widodo menginginkan vaksinasi COVID-19 ditingkatkan lebih massif. Targetnya, lima juta dosis per hari. Ini setelah pemerintah memperoleh tambahan pasokan vaksin COVID-19 sebanyak 31 juta dosis.

"Diharapkan satu juta dosis vaksinasi per hari di Juli 2021 ini dicapai. Nanti, Agustus dua juta dosis per hari. Kalau perlu targetya bisa ditingkatkan lima juta dosis per hari," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (6/7).

Pada Agustus 2021, lanjutnya, pasokan 45 juta dosis vaksin dijadwalkan tiba. Sehingga target penyuntikan vaksin harian bisa ditingkatkan lagi.

"Kita sudah menembus angka satu juta dosis penyuntikan beberapa kali. Pengamatan saya sudah ada tiga hari yang kita menembus satu juta dosis dengan puncak tertinggi di angka 1,5 juta dosis," jelasnya.

Pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta penduduk atau sekitar 70 persen dari populasi guna mewujudkan kekebalan komunal terhadap COVID-19.

Vaksinasi COVID-19 dilakukan secara bertahap mulai dari kelompok sumber daya manusia bidang kesehatan kemudian pekerja sektor pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia).

Sasaran vaksinasi selanjutnya diperluas ke warga pra-lansia, warga berusia 18 sampai 49 tahun, dan anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun. (rh/zul/fin)

Artikel Asli