Jangan Ada PHK Selama PPKM Darurat

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 06:59
Jangan Ada PHK Selama PPKM Darurat

JAKARTA - Pihak pengusaha diminta tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada buruh atau karyawan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Demikian ditegaskan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (6/7).

"Semua pihak harus mengupayakan agar dalam situasi ini tidak terjadi pemutusan hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja," ujarnya. Dia menekankan, jangan ada pihak yang memperburuk atau menambah masalah ketenagakerjaan selama PPKM Darurat.

Menurutnya, baik pengusaha maupun buruh serta serikat hendaknya sama-sama memahami situasi saat ini dengan bijaksana. "Kita semua mengetahui bahwa kondisi saat ini tidak mudah bagi pekerja/buruh dan pengusaha. Justru itulah solusi yang terbaik, selalu mengedepankan dialog tripartit antara pengusaha, buruh, dan serikat pekerja," jelasnya.

Lebih jauh, Menaker menekankan, dialog tripartit menjadi penting di masa PPKM Darurat. Dengan karakteristik daerah yang berbeda-beda harus ada solusi konkret untuk kondisi ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

Dia menambahkan, pemerintah daerah harus menginisiasi dialog secara tripartit baik melalui kelembagaan maupun dialog dalam bentuk lainnya. Menurutnya, dialog yang dilandasi saling percaya dan pikiran positif ampuh untuk menyelesaikan persoalan.

Selain itu, kata dia, pengusaha dalam masa PPKM Darurat perlu menempuh sejumlah langkah. Pertama, mendorong dan memberikan kesempatan atau memfasilitasi pekerja/buruh untuk mengikuti vaksinasi sebagai bagian dari mendukung program vaksinasi pemerintah.

Kedua mengupayakan penyediaan masker dan perlengkapan kesehatan berupa hand sanitizer , vitamin atau suplemen kesehatan lainnya secara rutin bagi pekerja atau buruh. Juga mengoptimalkan sarana layanan kesehatan di perusahaan.

Ketiga, mengefektifkan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di perusahaan dalam menyusun dan melaksanakan langkah-langkah strategis sebagai antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.

Artikel Asli