Kapan Bansos Cair Bu? Risma: Pekan Ini... Paling Lambat Pekan Depan Ya!

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 07:00
Kapan Bansos Cair Bu? Risma: Pekan Ini... Paling Lambat Pekan Depan Ya!

Kabar gembira bagi warga tidak mampu yang saat ini sedang nunggu-nunggu kapan bansos alias bantuan sosial cair. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memastikan, pencairan bansos bakal dipercepat. Asyik.

Keputusan Risma mempercepat pencairan bansos bagi warga yang terdampak Covid-19 ini, merupakan arahan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Sosial agar segera melakukan akselerasi program perlindungan sosial.

Arahan presiden tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati usai Sidang Kabinet Paripurna melalui video conference , di Jakarta, Senin (5/7).

Sidang Kabinet Paripurna itu, menyinggung program perlindungan sosial di berbagai kementerian/lembaga sebagai antisipasi kebijakan PPKM Darurat.

Untuk Kementerian Sosial, Sri Mulyani menyampaikan, Presiden menginstruksikan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) agar pencairannya dimajukan pada triwulan ketiga di bulan Juli.

Dengan demikian, bisa membantu masyarakat terdampak pandemi, kata Sri Mulyani.

Merespons arahan Presiden itu, Risma menyatakan bansos akan secepatnya disalurkan. Ia menyebut, pekan ini atau paling lambat pekan depan, bansos dapat tersalurkan.

Pada Mei dan Juni akan diberikan Rp 600 ribu sekaligus, ucap Risma, kemarin.

Tapi, eks Wali Kota Surabaya dua periode ini kasih pesan keras. Saya minta jangan diijonkan, hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, ujar Risma.

Terkait pertanyaan kenapa bansos lama cairnya, Risma bicara soal data penerima bansos sempat terkendala oleh bank. Hal ini dikarenakan nama yang tercantum pada data bank tidak persis sama dengan data milik Kementerian Sosial yang sudah padan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Di bank itu, nama minimal 3 huruf dan tidak berbentuk angka, seperti nama IT, NA70, namun untuk kesalahan minor lainnya masih bisa dikoordinasikan, terang Risma.

Selain PKH, Sidang Kabinet Paripurna juga menyinggung dua jenis bantuan sosial lain dari Kemensos, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

BPNT/Kartu Sembako yang saat ini menjangkau 15,93 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), akan ditingkatkan jangkauannya untuk 18,8 juta KPM. Sementara itu, BST dengan jangkauan 10 juta KPM berjalan selama dua bulan, dengan dibayarkan pada Juli ini.

PKH dan BPNT/Kartu Sembako merupakan bansos reguler yang bertujuan menurunkan angka kemiskinan. Sasaran penerima ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyaluran PKH dan BPNT/Kartu Sembako dilakukan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

PKH menjangkau 10 juta KPM yang besarannya berdasarkan komponen dalam keluarga. Untuk BPNT/Kartu Sembako, saat ini menjangkau 15,93 juta KPM dengan nominal Rp 200 ribu/KPM/bulan.

Adapun BST merupakan bansos khusus dengan target 10 juta KPM dengan nominal Rp 300 ribu/KPM/bulan yang disalurkan melalui kantor pos. Penerima BST merupakan masyarakat miskin yang belum terdata pada DTKS dan terdampak pandemi. BST disalurkan pada Mei dan Juni, dan pencairan anggarannya segera dilakukan.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan beberapa waktu lalu menjelaskan penyaluran bansos merupakan kebijakan pemerintah untuk melindungi masyarakat lapis terbawah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat yang tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi akibat pembatasan kegiatan. [DIR]

Artikel Asli