Bantuan 96 Ton Oksigen

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 06:30
Bantuan 96 Ton Oksigen

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengirimkan bantuan sebanyak 96 ton oksigen untuk perawatan medis pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.

Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia, Winardi, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam mengatasi kendala pasokan oksigen di sejumlah daerah akibat lonjakan jumlah pasien Covid-19. "Sesuai dengan arahan Menteri BUMN, kami membantu pemerintah agar rumah sakit rujukan pasien Covid-19 tidak kekurangan oksigen," ujar Winardi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/7).

Winardi menjelaskan bantuan oksigen itu dikirimkan melalui dua anggota holding, yakni PT Petrokimia Gresik untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kemudian PT Pupuk Sriwidjadja Palembang untuk Jakarta dan Bandung. Bantuan oksigen, lanjut dia, dikirim secara bertahap. Tahap pertama telah dikirim oleh Petrokimia Gresik sebanyak 50 ton, Senin (28/6). Kemudian terdistribusi ke 18 rumah sakit di Jawa Tengah.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga mengirim 25 ton oksigen untuk sejumlah rumah sakit di Yogyakarta.
Selanjutnya, Pupuk Sriwidjadja Palembang mengirimkan bantuan oksigen 11,18 ton untuk Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, Rabu (30/6), dan 10,55 ton oksigen untuk sejumlah rumah sakit di Bandung, Senin (5/7).

Dengan demikian total bantuan oksigen yang sudah dikirimkan oleh Pupuk Indonesia Grup untuk pasien Covid-19 sebanyak 96,7 ton. Winardi mengungkapkan bahwa oksigen sangat penting untuk penanganan pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Sebab pasien merasakan sesak napas dengan saturasi oksigen dalam darah di bawah 95 persen.

Sedangkan saturasi oksigen normal berkisar 95-98 persen. Pada level itu pasien Covid-19 membutuhkan terapi oksigen dengan arus sedang sampai tinggi. "Kami bersama anak usaha akan terus berusaha menyalurkan bantuan oksigen apabila memang masih diperlukan. Semoga bantuan dapat menjamin pasokan atau stok oksigen di wilayah-wilayah kritis," ujar Winardi.

Artikel Asli