Puslatda Atletik, Gagal Try Out di Semarang

Nasional | radarjogja | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 06:14
Puslatda Atletik, Gagal Try Out di Semarang

RADAR JOGJA Lonjakan kasus Covid-19 berimbas pada sejumlah agenda olahraga. Salah satunya yakni ditundanya kejuaraan nasional (Kejurnas) atletik bertajuk Jateng Open 2021. Awalnya Kejurnas akan dihelat pada 4-6 Juli di Semarang, Jawa Tengah. Namun ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Penundaan tersebut tentu jadi hal yang cukup merugikan. Mengingat Jateng Open sekaligus menjadi ajang try out bagi kontingen jelang menghadapi PON XX Papua, Oktober 2021.

Pelatih Puslatda atletik DIJ Ivan Budi Aji merespons ditundanya ajang tersebut. Ivan memaklumi karena saat ini situasi memang belum memungkinkan untuk menggelar event yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Terlebih, saat ini ada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3-20 Juli mendatang. Harusnya kan Minggu kemarin tapi diundur sama pihak panitia karena situasi Semarang angka Covid-19 makin tinggi, ujarnya kepada Radar Jogja, kemarin (6/7).

Sejauh ini tim atletik terus mematangkan persiapan. Maklum, waktu menuju multievent 4 tahunan itu tinggal menyisakan tiga bulan lagi. Karena waktu yang mepet, intensitas latihan juga ditingkatkan. Dalam sepekan latihan digelar pagi dan sore di beberapa tempat berbeda. Kadang di Stadion Mandala Krida, kadang juga di Lapangan Kenari, Kota Jogja.

Lantas, apakah selama PPKM tim diliburkan? Kami tetap latihan, untuk lokasi latihan sebenarnya tim atletik fleksibel sih. Jadi ketika ada PPKM kami nggak terlalu kaget, anak-anak sudah terbiasa menjaga prokes, penggunaan masker, hand sanitizer dan jaga jarak, katanya.

Soal progres tim, Ivan mengaku cukup puas karena sudah sesuai target tim pelatih. Dia juga senang anak asuhnya mampu beradaptasi dengan situasi serba sulit seperti saat ini. Mereka tahu apa yang harus dilakukan ditengah situasi seperti ini, selain itu team sparing partner juga paham tanggap ketika situasinya seperti ini mereka tetap menjaga prokes, paparnya.

Sementara itu, salah satu atlet jalan cepat DIJ Indah Lupita Sari tak terlalu mempermasalahkan penundaan Kejurnas. Bagi Indah, yang terpenting adalah kesehatan para atlet mengingat kasus Covid-19 makin mengkhawatirkan. Kalau buat saya pribadi sebetulnya persiapannya malah bisa lebih matang. Ya, nggak yang begitu kecewa ditunda, malah ada positifnya, ucap atlet 25 tahun itu. (ard/bah)

Artikel Asli