Imigrasi Ancam Deportasi hingga Pencekalan WNA Pelanggar Prokes

Nasional | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 06:00
Imigrasi Ancam Deportasi hingga Pencekalan WNA Pelanggar Prokes

LIMAPAGI - Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Tidak hanya masyarakat lokal, warga negara asing atau WNA pun wajib mematuhi pengetatan ini.

Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan akan menindak para WNA yang melanggar protokol kesehatan atau prokes selama PPKM Darurat ini.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara mengungkapkan pihaknya mendapat banyak laporan tentang adanya dugaan pelanggaran prokes yang dilakukan oleh WNA. Seperti tidak memakai masker di luar, berkumpul tanpa jaga jarak, hingga ada yang mengajak menentang vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

"Sumber laporannya bermacam-macam, ada yang melalui media sosial, live chat , dan juga surat elektronik," kata Arya, seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu 7 Juli 2021.

Menurut Arya, Ditjen Imigrasi bisa menjatuhkan tindakan administratif keimigrasian (TAK) kepada para WNA pelanggar prokes. Tidak tanggung-tanggung, hukuman yang diberikan bisa berupa pendetensian, pendeportasian, hingga penangkalan masuk ke wilayah Indonesia.

Imigrasi mendasari tindakan itu dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Aturan itu menyebutkan bahwa pejabat imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

Jika ada WNA kedapatan melanggar protokol kesehatan akan diproses pihak berwenang. Jika sudah dinyatakan bersalah maka kami bisa melakukan deportasi kepada WNA tersebut, ujar Arya.

Menurut Arya, pendeportasian WNA yang melanggar prokes sudah pernah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar terhadap seorang WN Suriah yang menggelar yoga massal di Gianyar pada 24 Juni 2021. Seorang WN Rusia yang melakukan prank cat wajah menyerupai masker juga pernah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai pada Mei 2021 lalu.

Masyarakat diminta melapor jika melihat ada pelanggaran prokes yang dilakukan oleh WNA di lingkungannya selama PPKM Darurat ini. Warga bisa melapor lewat surat elektronik (humas@imigrasi.go.id), media sosial @ditjen_imigrasi, atau juga bisa menghubungi live chat di www.imigrasi.go.id.

"Semua masukan kami tampung dan akan ditindaklanjuti oleh petugas imigrasi yang berada di lapangan," kata Arya.

Artikel Asli