Merdeka Dari Penjajah

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 06:00
Merdeka Dari Penjajah

Amerika di bawah Joe Biden memaknai Hari Kemerdekaan Amerika dengan cara berbeda. Hari jadi Amerika itu dijadikan momentum negerinya terbebas dari kolonialisme baru bernama pandemi Covid-19. Biden dan jajarannya merayakan kemerdekaan dari virus.

Perayaan demikian karena pemerintahnya merasa telah sukses mengendalikan serangan pandemi. Seperti di Indonesia, negeri multikultural ini juga telah hampir dua tahun direnggut kebebasannya oleh virus. Banyak restriksi dilakukan semasa pandemi.

Protokol kesehatan diberlakukan di seantero negeri. Terjadi perubahan besar karena pandemi. Cara orang-orang belajar, bekerja, perkumpulan, dan lain-lain. Seperti di Indonesia, di Amerika pun publik terbelah ke dalam dua kelompok besar.

Pertama, yang meyakini pandemi itu ada dan sepenuhnya mereka patuh prokes. Kedua, yang tidak percaya bahwa pandemi ini semata krisis kesehatan tapi lebih dari itu sebuah skenario kolonialisme, invasi Tiongkok ke Amerika. Mereka menyebut Covid dengan virus Wuhan.

Namun tentu yang menarik adalah sikap Amerika yang meletakkan pandemi sebagai penjajahan. Oleh karena demikian mindset-nya, maka kebijakan dan program yang dijalankan pendekatan 'militeristik', perang melawan penjajah yang mesti dimenangkan. Dan dalam hal ini, Biden banyak menerjukan pasukan intelnya untuk mematikan penyebar Covid.

Artinya, tidak cuma diselesaikan dengan pendekatan medis tapi sudah strategi politik. Hasil dari gabungan operasi militer dan kalangan dunia medis inilah yang melahirkan kerja totalitas mengusir kolonialis-globalis: virus dan benih-benihnya yang telah memporak-poranda kehidupan agama dan negara. Dengan kepemimpinan yang kuat Biden bisa mengendalikan situasi.

Kita berharap, Indonesia juga demikian. Militer turun. Intelijen turun. Habisi mafia farmasi yang hanya mengambil keuntungan di saat-saat berjuang di antara hidup dan mati. Saatnya, Presiden dan jajaran TNI mengambil kendali situasi perang mengusir penjajah. Semoga hari Kemerdekaan 17 Agustus bisa bersama kita peringati sebagai hari merdeka dari Covid-19.

Artikel Asli