Allah Swt Menegur Orang yang Sholat Tetapi Lalai

Nasional | republika | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 05:25
Allah Swt Menegur Orang yang Sholat Tetapi Lalai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sholat adalah ibadah wajib yang rutin dilaksanakan umat Islam setiap hari. Salah satu manfaat dari sholat adalah mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Allah SWT dalam Alquran menegur dan mengancam orang yang sholat tapi hanya tubuh dan lidahnya saja yang sholat. Sementara sholatnya tidak sampai ke hatinya dan tidak tercermin dalam perbuatannya.

- -

Maka celakalah orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya. (QS Al-Ma'un: 4-5)

Mengutip Tafsir Kementerian Agama, maksud dari ayat tersebut adalah "Maka binasa dan celakalah orang yang sholat yang memiliki sifat-sifat tercela."

Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan satu ancaman yaitu celakalah orang-orang yang mengerjakan sholat dengan tubuh dan lidahnya, tidak sampai ke hatinya. Dia lalai dan tidak menyadari apa yang diucapkan lidahnya dan yang dikerjakan oleh anggota tubuhnya saat sholat.

Ia rukuk dan sujud dalam keadaan lalai, ia mengucapkan takbir tetapi tidak menyadari apa yang diucapkannya. Semua itu hanya gerak biasa dan kata-kata hafalan semata-mata yang tidak mempengaruhi apa-apa, tidak ubahnya seperti robot.

Perilaku tersebut ditujukan kepada orang-orang yang mendustakan agama, yaitu orang munafik.

Ancaman Allah dalam ayat tersebut tidak ditujukan kepada orang-orang Muslim yang awam, tidak mengerti bahasa Arab, dan tidak tahu tentang arti dari apa yang dibacanya. Jadi orang-orang awam yang tidak memahami makna dari apa yang dibacanya dalam sholat tidak termasuk orang-orang yang lalai seperti yang disebut dalam ayat ini.

Dalam Tafsir Jalalain, ayat empat dan lima dari Surah Al-Ma'un mengandung arti, orang yang lalai dalam sholatnya adalah orang yang mengakhirkan sholat dari waktunya.

Dalam Surah Al-Ma'un, Allah menjelaskan bahwa orang yang mendustakan agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, tidak mendorong memberi makan orang miskin, berbuat riya, dan enggan memberikan bantuan. Perbuatan seperi ini tidak mencerminkan orang yang sholat, karena sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.



Artikel Asli