Garansi Pasokan Listrik Di Blok Rokan PLN Caplok 100 Persen Saham Chevron Di MCTN

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 05:20
Garansi Pasokan Listrik Di Blok Rokan PLN Caplok 100 Persen Saham Chevron Di MCTN

PT PLN (Persero) sukses mengakuisisi 100 persen saham milik Chevron Standard Limited di PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN). Perusahaan pelat merah itu menjamin keberlangsungan pasokan listrik di Blok Rokan.

Akuisisiitu secara resmi dilakukan melalui penandatanganan sales and purchase agreement (SPA) atau perjanjian jual beli saham, oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dan Regional Director Chevron Standard Limited, Jennifer Ferratt, secara virtual, kemarin.

Kesepakatan ini juga disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, serta manajemen Chevron Standard Limited (CSL) sebagai pemilik saham mayoritas MCTN.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyatakan, akuisisi saham MCTN merupakan pembuktian atas komitmen PLN. Terutama dalam menjaga kesinambungan suplai listrik Blok Rokan, baik di saat masa peralihan maupun jangka panjang. Apalagi Blok Rokan merupakan tulang punggung produksi minyak nasional.

Seperti diketahui, pengelolaan Blok Rokan mulai 9 Agustus 2021 akan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selama ini, pasokan listrik dan uap Blok Rokan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen berkapasitas 300 Megawatt (MW) yang sebelumnya dimiliki oleh MCTN, anak usaha Chevron Standard Limited.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Chevron Standard Limited, untuk kerja sama dan kelistrikan yang baik di Wilayah Kerja Rokan selama dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia, ujar Zulkifli di Jakarta, kemarin.

Aksi akuisisi saham MCTN, sambungnya, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara PLN dan Pertamina Hulu Rokan, yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik dan Uap Wilayah Rokan, pada 30 Desember 2020 serta Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap pada 29 Januari 2021.

Zulkifli berharap, melalui penandatanganan jual beli saham ini, dapat terjalin good partnership . Upaya ini juga sebagai langkah awal dalam membangun kemitraan dan kerja sama, antara PLN dengan Chevron Standard Limited di masa mendatang.

Ke depan, pembangkit listrik ini akan digunakan selama tiga tahun untuk melayani kebutuhan listrik di Blok Rokan. Baik selama masa transisi bersama dengan PLTG Migas dan Central Duri, sampai akhirnya akan disuplai dari interkoneksi sistem Sumatera.

Sementara untuk jangka panjang, lanjutnya, penyediaan listrik 400 MW di Blok Rokan yang handal dan kompetitif akan dipasok dari sistem Sumatera dan Uap 335 ribu barel standar per hari (MBSPD) dengan menggunakan New Steam Generator .

Kira-kira dalam waktu tiga tahun, interkoneksi sistem dan New Steam Generator akan beroperasi secara penuh, yakin Zulkifli.

Selain itu, penyediaan pasokan listrik yang andal dari Sistem Sumatera ke Blok Rokan dilakukan dari tiga sumber.

PLN mengutamakan aspek safety, reliability, quality dan efisien dalam memenuhi kebutuhan energi industri hulu minyak dan gas (migas), ujarnya.

Zulkifli menegaskan, PLN sebagai BUMN yang diberikan amanah di bidang ketenagalistrikan, memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pelanggan. Termasuk pelanggan industri di mana salah satunya yaitu sektor minyak dan gas, baik dari hulu maupun hilir.

Saat ini dan rencana ke depan, pada sistem besar PLN seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi memiliki reserve margin yang cukup besar sekitar 40 sampai 50 persen untuk dapat melayani kebutuhan industri migas, jelas Zulkifli.

Regional Director Chevron Standard Limited, Jennifer Ferratt berharap, dengan tuntasnya proses ini, diharapkan transisi di MCTN dapat berjalan lancar dan selaras dengan transisi Blok Rokan ke Pertamina Hulu Rokan.

Cadangan Minyak Nasional

Menteri ESDM Arifin Tasrif menambahkan, Blok Rokan menyimpan potensi cadangan minyak yang sangat besar. Maka dari itu, untuk bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi negara, dibutuhkan strategi yang baik.

Dengan kesepakatan ini, maka PLN akan meneruskan pemanfaatan PLTG North Duri Cogen, sebelum pasokan listrik WKB Rokan disuplai oleh jaringan interkoneksi sistem Sumatera. PLN harus memastikan jaminan pasokan listrik bagi Blok Rokan, sehingga Pertamina mampu menjaga keberlanjutan produksi 25 persen minyak nasional, pintanya.

Untuk itu, lanjut Arifin, pembangkit listrik harus andal dengan biaya yang lebih efisien. Sehingga, dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik bagi bangsa dan negara.

Senada, Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury turut mengapresiasi kelancaran proses akuisisi. Diharapkannya, hal ini dapat menuntaskan perpindahan kepemilikan MCTN dengan baik. Dia meminta, agar proses transisi dalam satu bulan ini dapat berjalan beriringan dengan wilayah kerja Rokan dari Chevron ke Pertamina dengan lancar.

Blok Rokan sangat strategis bagi Indonesia karena memproduksi 25 persen produksi minyak nasional, pungkasnya. [DWI]

Artikel Asli