DPD Minta Operator Ojol Ringankan Potongan untuk Driver di Masa PPKM

Nasional | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 05:00
DPD Minta Operator Ojol Ringankan Potongan untuk Driver di Masa PPKM

LIMAPAGI - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti mendapatkan keluhan dari para driver ojek online atau ojol yang mulai mengeluhkan potongan 20 persen dari operator selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

La Nyalla meminta kebesaran hati operator ojol. Operator diminta memberi perhatian atas keluhan para driver yang masih dikenakan potongan 20 persen per sekali antar atau per pemesanan.

Menurutnya, situasi saat ini benar-benar darurat. Sedangkan operator dan pengemudi atau driver merupakan mitra yang harus saling menguntungkan.

"Kepada operator ojek online, seperti Gojek, Grab atau operator lainnya, kami berharap kebesaran hatinya dalam menyikapi kondisi sekarang. Selama PPKM ini kita minta agar operator memberikan keringanan pemotongan biaya setiap kali antar pesanan ke pelanggan. Misalnya potongan 10 persen dari yang biasanya 20 persen," ujar La Nyalla, dalam keterangan tertulis seperti dikutip Rabu 7 Juli 2021.

Menurut La Nyalla, memberikan pemotongan hanya 10 persen saja untuk driver tidak akan mengurangi profit bagi operator.

"Saat ini kondisi sedang tidak baik-baik saja. Semua juga sedang dalam masa-masa sulit. Kita harus saling membantu dan memberi perhatian keadaan orang lain, apalagi mitra yang selama ini bekerja secara bersama," tuturnya.

Kebijakan PPKM, terutama di DKI Jakarta dan sekitarnya, memang memberatkan para pengemudi ojol. Adanya pembatasan mobilitas warga berimbas terhadap pendapatan mereka.

"Banyak keluhan atau curhat yang masuk ke saya dari para driver ojek online ini. Penghasilan mereka menurun drastis sejak PPKM Darurat diberlakukan. Untuk membawa penumpang sudah sangat sepi. Praktis mereka mengharapkan dari pengantaran paket atau makanan yang masih cukup ramai, tapi seringkali terkendala penyekatan petugas," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta merilis tiga pedoman untuk ojek online di ibu kota yang wajib ditaati oleh para driver selama PPKM Darurat.

Di antaranya, boleh mengangkut penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan rekomendasi Satgas Covid-19.

Kedua, pengemudi ojek online maupun ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari 5 orang. Mereka juga wajib menjaga jarak parkir kendaraan minimal 1 meter.

Terakhir, perusahaan atau operator wajib menerapkan Geofencing (GPS pemantau pergerakan kendaraan) kepada setiap driver tanpa terkecuali.

Artikel Asli