Islam dan Sexual Education (18) Perilaku Seksual Binatang (1)

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 05:00
Islam dan Sexual Education (18) Perilaku Seksual Binatang (1)

Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan- Nya kalian berkembang biak dengan jalan itu. (Q.S.al- Syura/42: 11). Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian. (Q.S. al-Nahl/16:66).

Yang melakukan hubungan seksual bukan hanya pasangan manusia tetapi juga pasangan makrokosmos. Alam semesta juga kawin mawin. Langit sang suami dan bumi sang istri juga melakukan hubungan layaknya suami istri. Jika sang langit menghendaki berhubungan intim dengan pasangannya, bumi, ditandai dengan adanya mendung, kilat, dan kadang guntur bersahut-sahutan. Pada akhirnya orgasme antara keduanya juga terjadi yang ditandai keluarnya cairan dalam bentuk hujan masuk ke dalam rahim ibu pertiwi lalu lahirlah anak-anak makrokosmos dalam bentuk tumbuh-tumbuhan. Mematahkan ranting pohon tanpa alasan tepat dan dilakukan konsekrasi sebelumnya dalam bentuk membaca basmalah, tidak dapat diterima.

Kita sering berfikir bahwa tumbuh-tumbuhan dan binatang sesuatu yang terpisah dengan diri kita, apalagi benda-benda alam yang selama ini dipersepsikan dengan benda mati, seperti mineral, tanah, dan air. Padahal keseluruhannya itu tersimpul di dalam diri manusia. Itulah sebabnya manusia disebut mikrokosmos (al-alam al-shagir) karena menghimpun keseluruhan unsur alam raya makrokosmos (al-alam al-kabir).

Struktur fisik dan jiwa manusia menghimpun segala apa yang terkandung di dalam alam raya ini. Bukankah unsur badan kita dari tanah (khalaqtahu min thin), memiliki unsur tumbuh-tumbuhan (muharrikah), dan yang pasti manusia adalah hewan yang berfikir (al-insan hayawan al-nathiq).

Dengan demikian dapat disederhanakan bahwa mineral adalah tumbuh-tumbuhan yang tidak sempurna, karena tidak mempunyai gerak (muharrikah). Tumbuh-tumbuhan adalah mineral yang sempurna tetapi hewan yang tidak sempurna, karena tidak memiliki pengetahuan (cognition). Hewan adalah tumbuh-tumbuhan yang sempurna tetapi manusia yang tidak sempurna karena tidak memiliki pikiran spiritual (intellection). Manusia adalah hewan yang sempurna tetapi masih terus bergelut untuk mencapai kesempurnaan (insan kamil).

Artikel Asli