Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Pegawai Tetap WFO: Takut Dipecat

Nasional | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 03:35
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Pegawai Tetap WFO: Takut Dipecat

LIMAPAGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan alasan pegawai perusahaan non esensial dan non kritikal tetap bekerja di kantor atau work from office (WFO) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Yusri menyebut, salah satu alasan pemaksaan diri berangkat ke kantor yakni karena khawatir dipecat manajemen perusahaan. Sementara pemerintah sudah melarang perusahaan non esensial atau non kritikal untuk WFO.

"Ada yang bilang bahwa dia akan dipecatlah kalau tidak masuk kerja. Padahal sudah ditentukan sektor pekerjaan yang non esensial tidak boleh (WFO)," ungkap Yusri, seperti dilansir dari Antara, Rabu 7 Juli 2021.

Sektor pekerjaan yang dianggap esensial dan kritikal tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Dalam Instruksi Mendagri itu terdapat aturan bahwa karyawan kantor untuk sektor non esensial diwajibkan bekerja dari rumah. Sedangkan sektor esensial diminta 50 persen maksimal pekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Faktanya, kata Yusri, sejak hari kerja pertama selama PPKM Darurat, masih banyak pekerja sektor non esensial yang memaksakan diri untuk masuk kerja, sehingga menimbulkan kemacetan di jalan.

Yusri mengatakan petugas di lapangan pun sempat mendapat komplain dari pengguna jalan. Petugas dianggap sebagai penyebab kemacetan karena menjalankan tugas melakukan penyekatan.

Masyarakat pun seakan tidak mau mengerti bahwa keberadaan petugas pemerintah daerah, polisi, dan TNI saat itu hanya menjalankan tugas untuk mengingatkan masyarakat agar tetap di rumah selama PPKM Darurat diberlakukan.

"Ini bukan untuk menyusahkan masyarakat, bukan untuk membuat Jakarta ini kosong, tidak. Kami mengingatkan masyarakat, sudah anda di rumah saja. Kalau yang non esensial sudah mengerti bahwa tidak perlu kerja di lapangan, dia bekerja dari rumah saja, kami pun akan tenang," tutup Yusri.

Artikel Asli