Polda Metro Jaya Bentuk Tim Patroli Khusus Perkantoran Selama PPKM Darurat

Nasional | limapagi.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 02:55
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Patroli Khusus Perkantoran Selama PPKM Darurat

LIMAPAGI - Polda Metro Jaya mulai Selasa 6 Juli 2021 membentuk tim patroli pengecekan di kantor perusahaan non esensial yang masih tetap beroperasi atau Work From Office(WFO) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Keberadaan perusahaan yang tetap bandel tersebut perlu ditindak dengan tegas, karena di satu sisi telah melanggar aturan perundang-undangan yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, kata Yusri, Seperti dilansir dari Antara, Rabu 7 Juli 2021.

Menurutnya, tindakan itu dilakukan sesuai Pasal 14 UU tersebut. Aturan itu menyebutkan, siapa saja yang menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.000.000.

Meskipun demikian, Yusri mengakui pihaknya mengedepankan penindakan dari Pemerintah Daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dalam Operasi Yustisi, katanya, Satpol PP memiliki hak untuk menyegel atau memberikan sanksi tertinggi yaitu mencabut izin dari perusahaan tersebut. Sedangkan, satuan tugas dari penegak hukum akan bertindak dengan menggunakan aturan perundang-undangan.

"Ini mungkin di satu sisi, kami juga sudah menyampaikan ke tiga pilar di bawah. Baik RT, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas, agar mengingatkan warganya supaya patuh dan taat kepada kebijakan pemerintah. Paling penting sekali (ketaatan) untuk tidak keluar, di rumah saja," jelas Yusri.

Sebelumnya, inspeksi mendadak ke perkantoran telah dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa 6 Juli 2021. Dalam sidak, Anies mengutarakan kemarahannya terhadap seorang HRD salah satu perusahaan non esensial.

Anies menganggap kantor tersebut melanggar peraturan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kemarahan itu muncul lantaran Anies menganggap perusahaan tidak mempedulikan karyawannya. Dia mengingatkan banyak orang telah menjadi korban virus Covid-19.

"Setiap hari tuh, 10.000 orang positif, ratusan dikubur, kenapa? Karena orang-orang tidak peduli seperti ini," tegas Anies.

Anies lantas meminta HRD tersebut untuk menutup kantor dan memulangkan karyawan lebih awal. Anies menegaskan bakal menindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar peraturan PPKM Darurat berlangsung.

Artikel Asli