Lonjakan Kasus Covid-19 Belum akan Mereda

Nasional | republika | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 00:34
Lonjakan Kasus Covid-19 Belum akan Mereda

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dessy Suciati Saputri

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memperingatkan lonjakan kasus positif Covid-19 masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan sebelum dampak dari PPKM darurat terlihat. Pada Selasa (6/7) mengilustrasi gambaran masih tingginya penularan Covid-19 di Indonesia melalui statistik kasus aktif.

Wiku menyampaikan, jumlah kasus aktif di Indonesia pada Selasa mencapai rekor tertinggi yakni sebanyak 324.597 kasus. Sebelumnya, rekor tertinggi kasus aktif di Indonesia yakni mencapai 176.672 pada 5 Februari lalu.

Penting diketahui saat ini jumlah kasus aktif di Indonesia mencapai yang tertinggi, yaitu 324.597 kasus aktif, kata Wiku saat konferensi pers, Selasa (6/7).

Wiku menyebut, tingginya jumlah kasus aktif saat ini harus segera diimbangi dengan kenaikan kasus kesembuhan serta fokus untuk menekan angka kematian. Sementara itu dari catatan Satgas, penambahan angka kesembuhan harian kali ini juga mencapai rekor tertinggi yakni sebanyak 15.863 orang.

Ia pun mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras memberikan perawatan kepada para pasien Covid-19 hingga sembuh.

Tentunya angka ini harus terus ditingkatkan mengingat kita berkejaran dengan penambahan kasus positif harian yang juga tinggi, tambah dia.

Khusus kasus harian, pada Selasa untuk kali pertama, jumlah kasus harian Covid-19 tembus di atas 30 ribu kasus, tepatnya 31.189. Sementara, kasus kematian harian pada Selasa kemarin dilaporkan sebanyak 728 orang atau bertambah 170 kematian dalam 24 jam terakhir.

Atas beragam rekor baru kasus Covid-19 di atas, Wiku meminta seluruh lapisan masyarakat agar mentaati peraturan selama pemberlakuan PPKM darurat, sehingga kebijakan untuk mengendalikan lonjakan kasus ini tak berjalan sia-sia.

Dimohon kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk mentaati peraturan selama PPKM darurat agar PPKM darurat tidak sia-sia. Dimohon juga bagi sektor swasta non esensial untuk mematuhi peraturan dan tidak memaksakan pegawainya untuk bekerja dari kantor, kata Wiku.

Ia juga berharap agar pemerintah daerah benar-benar melakukan penegakan PPKM darurat di masing-masing wilayahnya. Wiku juga memastikan pemerintah akan menyediakan pasokan obat-obatan untuk pasien Covid-19 baik yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Karena itu, ia meminta masyarakat agar tak khawatir terkait ketersediaan obat-obatan ini. Untuk memberikan layanan kesehatan bagi pasien positif yang melakukan isolasi mandiri, Kementerian Kesehatan juga menyediakan layanan konsultasi dan obat gratis melalui 11 platform telemedicine .

Selain itu, 11 platform telemedicine ini sudah terintegrasi dengan laboratorium tes PCR. Dengan demikian, pasien bisa melakukan tes PCR dari 11 telemedicine tersebut. Untuk tahap awal, fasilitas ini hanya berlaku untuk area Jakarta, ucap dia.

In Picture: Peningkatan Jumlah Kasus Covid-19 Secara Nasional

photo
Seorang pengendara membuka marka penutup jalan di Jalan Sudirman saat pelaksanaan PPKM Darurat di Jakarta, Senin (5/7/2021). Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 terjadi peningkatan kasus positif COVID-19 sebesar 29.745 orang dengan total mencapai 2.313.829 kasus. - (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Selain menekan penularan lokal virus Corona, pemerintah juga berupaya menangkal kasus impor Covid-19. Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito menyebut, pemerintah telah menerbitkan peraturan untuk melakukan skrining berlapis bagi pelaku perjalanan internasional untuk mencegah adanya kasus impor Covid-19.

Menurut Ganip, aturan-aturan skrining terhadap pelaku perjalanan internasional juga telah diperketat. Yakni, dengan mewajibkan pelaku perjalanan membawa keterangan ataupun surat telah divaksin dosis lengkap dan juga melakukan karantina selama 8x24 jam.

Kemudian pada hari ketujuh dilakukan PCR kedua, khususnya bagi WNI atau PMI yang belum divaksin setelah tujuh hari kedua akan dilakukan vaksinasi, tambah Ganip usai rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana, Selasa (6/7).

Selain memperketat pelaku perjalanan internasional, pemerintah juga memperketat perjalanan antardaerah untuk mencegah penularan. Yakni melalui skrining dengan menunjukan bukti telah menerima suntikan vaksinasi minimal dosis pertama dan hasil negatif tes PCR ataupun negatif tes antigen.

Dalam ratas ini, Presiden juga meminta agar Satgas terus menggalakkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M mengingat masih banyak masyarakat yang tak patuh.

Tidak hanya itu, Jokowi juga terus mendorong jajarannya agar mampu meningkatkan laju vaksinasi massal Covid-19 hingga mencapai jumlah target yang ditetapkan. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Presiden meminta agar pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan hingga lima juta vaksinasi per harinya.

Bapak Presiden mengarahkan agar dipastikan satu juta vaksinasi di Juli ini terus dicapai, dan beliau Agustus ingin 2 juta, dan kalau perlu bisa dinaikkan sampai 5 juta, kata Menkes usai rapat terbatas mengenai penanganan Covid-19, Selasa (6/7).

Jokowi sendiri sebelumnya menargetkan agar pelaksanaan vaksinasi pada Juli ini mampu mencapai satu juta orang per harinya. Kemudian pada Agustus ditargetkan sebanyak dua juta vaksinasi per hari.

Menkes Budi menambahkan, pada Juli ini dijadwalkan akan tiba kembali sebanyak 31 juta dosis vaksin Covid-19 di Indonesia. Dengan kedatangan jumlah vaksin tersebut, maka menurutnya target pelaksanaan satu juta dosis vaksinasi dapat tercapai.

Jadi kira-kira dengan satu juta dosis rata-rata harusnya kita bisa capai, kata Menkes.

Sedangkan pada Agustus nanti dijadwalkan akan kembali datang 45 juta dosis vaksin. Sehingga diharapkan mampu menaikkan angka vaksinasi setiap harinya. Ia pun berharap pada Agustus nanti vaksinasi dapat dilakukan hingga mencapai 2 juta per hari.

photo
Infografis: Angka Kematian Naik 400 Persen di akhir Juni, Jabar dan DKI Tertinggi - (Republika)
Artikel Asli