Asrama Haji Pondok Gede Siap Rawat Pasien Covid-19

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 00:01
Asrama Haji Pondok Gede Siap Rawat Pasien Covid-19

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sudah dapat beroperasi sebagai fasilitas perawatan pasien Covid-19, pada Kamis (8/7).

"Saya tadi sudah perintahkan agar dalam dua hari ini bisa diselesaikan, sehingga hari Kamis (8/7) kita harapkan sudah bisa dipakai dan dioperasikan," kata Presiden Jokowi dalam keterangan resmi di YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (6/7).

Presiden Jokowi bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meninjau kesiapan Asrama Haji Pondok Gede pada Senin (5/7) malam.

Asrama Haji Pondok Gede, kata Presiden, disiapkan pemerintah sebagai fasilitas perawatan untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas ini memiliki kapasitas 900 tempat tidur, 50 ruang Intensive Care Unit (ICU), dan 40 ruang High Care Unit (HCU).

"Ini telah dikerjakan oleh Kementerian PUPR kemarin, dan saya tadi sudah perintahkan dalam dua hari ini bisa diselesaikan," ujar Presiden.

Selain di Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi lainnya, yaitu di Rumah Susun Nagrak dengan kapasitas 2.273 tempat tidur dan di Rumah Susun Pasar Rumput dengan kapasitas 3.986 tempat tidur.

Tambah Kapasitas

Selain itu, pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sebanyak 1.200 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat kasus penularan Covid-19 di Indonesia kembali mencatatkan penambahan sebesar 31.189 orang. Dengan demikian, secara akumulatif jumlahnya mencapai 2.345.018 kasus hingga Selasa, pukul 12.00 WIB.

Penambahan kasus Covid-19 paling banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni sebanyak 9.439 kasus, diikuti Jawa Barat (7.239 kasus), dan Jawa Tengah (4.048 kasus). Sementara itu, jumlah penderita Covid-19 yang sembuh pada hari ini tercatat bertambah 15.863 orang menjadi total 1.958.553 orang dengan penambahan paling banyak terjadi di DKI Jakarta (6.100 orang).

Kasus kematian akibat Covid-19 juga masih bertambah. Pada Selasa, jumlah penderita infeksi virus korona yang meninggal dunia bertambah 728 orang menjadi total 61.868 orang. Kematian akibat penyakit tersebut tercatat paling banyak terjadi di Jawa Tengah dengan 232 kasus kematian.

Satgas Covid-19 juga mencatat jumlah kasus aktif yang mencakup penderita Covid-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri, tercatat bertambah 14.598 menjadi total 324.597 kasus aktif pada Selasa. Selain itu terdapat pula 86.969 orang yang masuk dalam kategori suspek.

Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 183.053 spesimen dari 136.765 orang di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia. Tingkat positif atau positivity rate spesimen harian adalah 41,55 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 22,80 persen.

Satgas Covid-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap mencapai 14,267 juta jiwa hingga 6 Juli 2021, pukul 12.00 WIB. Data Satgas Covid-19 yang diterima di Jakarta, Selasa, menunjukkan jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 per Selasa (6/7) bertambah 232.046 menjadi 14.267.980 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta warga atau 70 persen dari populasi dalam upaya mewujudkan kekebalan komunal terhadap Covid-19.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Presiden Joko Widodo menginginkan penyuntikan vaksin Covid-19 ditingkatkan menjadi lima juta dosis per hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan metode identifikasi berlapis bagi para pelaku perjalanan internasional demi mencegah penularan SARS-CoV-2 dari luar negeri. Hal ini dilakukan untuk membatasi atau mencegah imported case dari luar negeri.

"Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengeluarkan peraturan untuk melakukan skrining berlapis bagi pelaku perjalanan internasional yang kita lebih perketat," kata Kepala BNPB, Ganip Warsito.

n ags/Ant/N-3

Artikel Asli