Loading...
Loading…
Tok! Seluruh Daerah di Jateng Berlakukan PPKM Darurat

Tok! Seluruh Daerah di Jateng Berlakukan PPKM Darurat

Nasional | limapagi.id | Kamis, 01 Juli 2021 - 21:45

LIMAPAGI - Petunjuk pelaksanaan (juklan) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah diturunkan pemerintah pusat ke provinsi. Dari juklak itu, seluruh daerah di Jawa Tengah bakal mulai terapkan PPKM Darurat.

Pemerintah pusat resmi memberlakukan pelaksanaan PPKM Darurat pada 3-20 Juli. Sebanyak 48 kabupaten kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 daerah dengan asesmen pandemi level 3 di Jawa Bali menjadi target penerapan kebijakan itu.

Untuk Provinsi Jawa Tengah, PPKM Darurat berlaku di semua daerah. Rinciannya, 13 kabupaten kota masuk asesmen pandemi level 4 dan sisanya masuk asesmen pandemi level 3.

"Petunjuk pelaksanaannya hari ini sudah dikeluarkan. Instruksi Mendagri juga sudah disiapkan, segera keluar. Seluruh kepala daerah diminta menyiapkan termasuk sosialisasi ke masyarakat. Levelingnya sudah disiapkan dan tindakan tegas dilakukan. Semua mesti kompak, insya Allah Jateng semuanya siap," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis, 1 Juli 2021.

Ganjar meminta masyarakat tidak panik dengan penerapan PPKM Darurat ini. Tindakan yang diambil saat ini hanyalah pengetatan saja, dan semua harus mendukung.

"Jangan panik, kita hanya butuh mengetatkan saja. Tindakan-tindakan ini karena situasinya sedang tidak baik-baik saja. Memang butuh tindakan yang lebih ketat dan serius," tandasnya.

Seluruh kepala daerah di Jateng diminta melaksanakan PPKM Darurat dengan ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara terbuka.

"Bupati wali Kota harus mencari jalan keluar, sehingga tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat. Tidak boleh ada satupun bupati wali Kota yang menawar, semuanya harus melaksanakan dengan baik. Kalau 14 hari bisa dilakukan, maka ini bisa menekan," tegasnya.

Jika ada masyarakat yang kesulitan selama gelaran PPKM Darurat, Ganjar meminta agar menghubungi pejabat di daerahnya masing-masing. Atau bisa melapor ke call center di masing-masing daerah maupun provinsi jika mengalami kesulitan.

"Kalau ada masyarakat kesulitan, saya minta kawan-kawan kabupaten kota membantu. Ada call center yang bisa dihubungi. TNI Polri digerakkan, Babinsa Bhabinkamtibmas, camat, kepala desa semuanya bekerja. Saya minta Jogo Tonggo hidup, sehingga bisa membantu," ucapnya.

Ganjar meminta seluruh masyarakat Jateng mendukung program PPKM Darurat ini. Jika di New Zealand ada gerakan Tim 5 juta, maka di Jateng ada Tim 35 Juta. Artinya, seluruh masyarakat diminta jadi tim untuk membantu.

"Jadi tidak perlu bupati, Satpol PP bengok-bengok di lapangan. Kita butuh dukungan masyarakat, ayo kita bereskan ini dengan tertib protokol kesehatan. Sabar, memang tidak enak. Tapi kalau ini dilakukan, maka akan membereskan dengan cepat," pungkasnya.

Original Source

Topik Menarik