Loading...
Loading…
Dosis Kedua Disuntikkan Akhir September

Dosis Kedua Disuntikkan Akhir September

Nasional | radarjogja | Kamis, 01 Juli 2021 - 10:32

RADAR JOGJA Pelaku usaha pariwisata di Pantai Selatan (Pansela) sudah divaksinasi. Setidaknya terdapat 2.617 pelaku usaha yang mendapat vaksin dosis pertamanya. Tapi mereka harus menunggu selama 12 minggu untuk mendapat dosis kedua. Lantaran jenis vaksin yang mereka terima adalah jenis AstraZeneca.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharjo menegaskan, semua jenis vaksin harus disuntikkan dua kali. Namun, tiap vaksin memiliki jarak yang berbeda. Antara penyuntikan tahap pertama dan kedua. Tergantung pada masing-masing produk atau jenis vaksin yang digunakan. Sinovac, jarak booster-nya 28 hari. Kalau AstraZeneca 12 minggu, jelas Agus ditemui di sela puncak acara Harganas Tingkat DIJ ke-28 di Mandhala Saba Madya Gedung Induk Lantai 3 , kemarin (29/6).

TNI menggelontorkan sebanyak 2.000 dosis dalam vaksinasi Pansela. Dinkes kemudian menambah alokasi jumlah dosis sebanyak 2.000 dosis. Sehingga tersedia 4.000 dosis vaksin untuk didistribusikan kepada warga Pansela. Mulai dari Pantai Parangendog sampai Pantai Baru yang dibagi menjadi empat titik. Masing-masing titik 400, kecuali Parangtritis. Mungkin di Parangtritis bisa 500-600 dalam satu hari karena paling banyak, ucapnya.

Sebelumnya, juru bicara pengelolaan vaksin Covid-19 Bantul dokter Abednego Dani Nugroho mengungkap, Pemkab Bantul mengikuti instruksi Pemprov DIJ. Di mana sebanyak 30 ribu dosis vaksin AstraZeneca harus habis di akhir Juni. Oleh sebab itu, Pemkab terus menggejot distribusi dengan menggelar vaksinasi massal. Ini akan kami genjot terus sampai akhir Juni, ujarnya.

Diungkap pula, distribusi vaksin AstraZeneca yang digenjot, sebenarnya untuk menghabiskan ketersediaan logistik yang ada di Indonesia. Pemprov DIJ mendapat alokasi 250 ribu dosis yang dilimpahkan ke Bantul sebanyak 30 ribu dosis. Jadi di Indonesia masih ada AstraZeneca yang kebetulan segera expired, sehingga kami diminta untuk menghabiskan itu dulu. AstraZeneca kadaluarsa akhir Juni, paparnya.

Kendati jarak vakasinasi pertama dan kedua terpaut jauh, Neni Yuniarti mengaku tidak mempermasalahkan. Perempuan 32 tahun ini adalah pekerja salon yang tinggal di Srigading, Sanden, Bantul. Dia mengaku memperoleh informasi dari dukuhnya untuk dapat memperoleh vaksin. Tahu informasi dari dukuh, agar semua bisa divaksin. Jadi bukan cuma pelaku usaha wisata saja yang boleh, ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo pun membenarkan. Warga yang menjalani vaksinasi masal di Pansela bukan hanya pelaku wisata. Tapi juga warga sekitar yang tinggal di Pansela. Jadi prinsipnya yang diutamakan pelaku wisata. Karena jumlah sehari bisa (memvaksin, Red) 400 orang, sehingga eman (sayang) kalau kurang dari 300, maka masyarakat boleh ikut. dengan ketentuan syarat daftar kurang dari pukul 12.00 untuk bisa diterima, bebernya. (fat/pra)

Original Source

Topik Menarik