Loading...
Loading…
Islam dan Sexual Education (15) Politisasi Tubuh Perempuan (3)

Islam dan Sexual Education (15) Politisasi Tubuh Perempuan (3)

Nasional | rm.id | Kamis, 01 Juli 2021 - 05:00

Tidak heran jika tradisi harem -yang sesungguhnya adalah tradisi di lingkungan kerajaan Romawi dan Persia- diintrodusir kembali oleh para penguasa Islam pasca Khulafaur Rasyidun. Bahkan, menurut Peirce dalam disertasinya, prilaku seksual para raja dan pengaruh harem-harem senantiasa menjadi isu politik yang sangat menarik. (Leslie P.Peirce, The Imperial Harem, New York, Oxford: Oxford University Press, 1993).

Kedudukan perempuan dalam lintasan sejarah kultural kawasan Timur- Tengah, berada di bawah subordinasi laki-laki. Tanggung jawab, resiko, dan beban dalam proses reproduksi, sebagian besar berada di pundak perempuan. Elemen-elemen seksual, seperti kenikmatan seksual (sexual enjoyment) seakan-akan hanya dapat dirasakan oleh masyarakat kelas atas.

Dalam novel "Seribu Satu Malam (Alf Lail wa Lail), diceritakan perempuan bangsawan dapat menikmati kepuasan seksual dari kehebatan otot tegar budak laki-laki negroid. Apalagi kaum laki-lakinya, mereka dapat menikmati gadis-gadis perawan setiap malam, dengan berlindung di bawah institusi harem yang seolah-olah ditolerir oleh agama dan negara. (Geoffrey Parrinder, Sex in the World\'s Religions, Ontario: General Publishing Co. Ltd., 1980). Padahal, sesungguhnya itu tradisi jahiliyah, bukan tradisi Islam, dan tradisi ini pulalah yang menjadi penyebab jatuhnya kerajaan-kerajaan Arab muslim di kawasan Timur Tengah.

Dalam masyarakat industri, politisasi tubuh perempuan bukannya mereda. Beberapa skandal besar dalam dunia politik terjadi melalui kemolekan tubuh perempuan. Dalam dunia bisnis pun dikenal sexual gratification, penyogokan dengan menggunakan keseksian tubuh perempuan. Gambaran politisasi tubuh perempuan muncul dalam beberapa film, di antaranya film Ghost yang dibintangi artis Hollywood terkenal Demi Moore (Molly Jensen) dan Patrick Swayze (Sam Weat). Terselip sebuah cerita bagaimana tubuh si cantik Molly Jensen digunakan perusahaannya meloby seorang bigbos untuk memenangkan tender. Bahkan tidak sedikit jumlah pemimpin agama jatuh karena perempuan.

Di negeri kita, tak bisa diingkari, setiap pemilu diadakan, para artis laris manis digunakan sebagai salahsatu put-getter. Eksploitasi tubuh perempuan untuk tujuan apapun dapat dianggap penyimpangan etika, bahkan sesungguhnya salahsatu bentuk pelanggaran hak asasi perempuan.

Original Source

Topik Menarik