Separo Karyawan Puskesmas Pengasih II Kulon Progo Terpapar Covid-19

jawapos | Nasional | Published at 28/06/2021 15:03
Separo Karyawan Puskesmas Pengasih II Kulon Progo Terpapar Covid-19

JawaPos.com Sebanyak 23 dari 50 atau hampir separo karyawan Puskesmas Pengasih II di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, terkonfirmasi Covid-19. Sehingga, pusat kesehatan masyarakat itu ditutup hingga Senin (5/7).

Hari ini (28/6), kami melakukan swab PCR kepada 20 karyawan yang memiliki kontak erat ring dua dan tujuh karyawan lain sudah dinyatakan negatif, kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo Baning Rahayujati seperti dilansir dari Antara di Kulon Progo, Senin (28/6).

Dia mengatakan, pelayanan di Puskesmas Pengasih II untuk sementara ditutup hingga 5 Juli dan akan dibuka kembali pada 6 Juli. Sedangkan pelayanan kepada masyarakat dialihkan ke Puskesmas Pengasih I.

Kepada masyarakat dapat memahami kondisi ini karena baik pelayanan di pelayanan gedung dan luar gedung, termasuk jadwal vaksinasi yang sudah ditetapkan ditunda sampai kondisi selesai isolasi, ujar Baning Rahayujati.

Baning mengakui, kasus karyawan Pengasih II terpapar Covid-19 merupakan kejadian kedua. Sebelumnya juga pernah ditutup karena beberapa karyawan terkonfirmasi Covid-19. Namun kali ini, karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 lebih banyak.

Sehingga penutupannya lebih panjang karena sumber daya manusia yang ada tidak mungkin memberikan pelayanan, terang Baning Rahayujati.

Kasus di Puskesmas Pengasih II diawali dari keluarga karyawan yang positif. Namun, yang bersangkutan tidak menyadari dirinya merupakan kontak erat. Kemudian yang bersangkutan sudah menggejala, namun tidak diperhatikan dan tetap masuk kantor.

Semestinya, menurut Baning Rahayujati, saat pelayanan, petugas sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, tapi kelemahan dari petugas yakni setelah pelayanan menyelesaikan kegiatan administrasi dan istirahat sambil makan, tetap bersama dengan petugas lain dalam jarak dekat.

Kami akan mengevaluasi terhadap kejadian-kejadian yang mengakibatkan beberapa pegawai petugas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas dan rumah sakit menjadi tertular. Untuk itu, kepala dinas kesehatan sudah memberikan instruksi kepada semua pegawai di bawah dinas kesehatan untuk ingat protokol kesehatan, baik saat memberikan pelayanan maupun setelah pelayanan, ujar Baning Rahayujati.

Artikel Asli