BEM UI Kritik Pedas Jokowi, Herzaky: Kritik Tanda Sayang, Agar Presiden Tak Salah Langkah

radartegal | Nasional | Published at 28/06/2021 14:26
BEM UI Kritik Pedas Jokowi, Herzaky: Kritik Tanda Sayang, Agar Presiden Tak Salah Langkah

Mahasiswa yang bersifat kritis merupakan bagian dari sejarah bangsa. Hal itu juga menjadi sejarah yang pada akhirnya membuka kesempatan kepada putra-putri terbaik bangsa menjadi presiden, termasuk Joko Widodo.

Karenanya, sikap dan keberanian Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dalam menyampaikan kritik kepada Presiden Jokowi melalui meme "King of Lips Service" patut diapresiasi.

Hal ini menurut penilaian Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Dikatakannya, kritik tersebut merupakan tanda sayang BEM UI kepada Presiden Jokowi.

"Agar Bapak Presiden tidak mengambil langkah atau kebijakan yang keliru," kata Herzaky dalam keterangannya, Senin (28/6).

"Tentunya keberanian dan posisi nonpartisan adik-adik mahasiswa seperti ini harus terus kita dukung, sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dalam iklim demokrasi yang sehat," ujarnya.

Jika dilihat substansinya, lanjut Herzaky, yang disampaikan oleh BEM UI bukan asal kritik. Mereka justru melakukan kajian sangat serius. Bahkan, ada daftar referensi yang mereka cantumkan dalam unggahan mereka.

"Gaya mengkritik seperti ini pun patut mendapatkan apresiasi dan dijadikan contoh. Bukan sekadar melontarkan kritik, melainkan berdasarkan kajian," jelasnya.

"Ada data dan fakta yang diungkap. Perlu dijadikan budaya baru bagi anak-anak muda dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tak berpihak ke rakyat," demikian Herzaky dikutip dari RMOL. (rmol.id/ima)

BEM UI Kritik Pedas Jokowi, Herzaky: Kritik Tanda Sayang, Agar Presiden Tak Salah Langkah

JAKARTA- Mahasiswa yang bersifat kritis merupakan bagian dari sejarah bangsa. Hal itu juga menjadi sejarah yang pada akhirnya membuka kesempatan kepada putra-putri terbaik bangsa menjadi presiden, termasuk Joko Widodo.

Karenanya, sikap dan keberanian Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dalam menyampaikan kritik kepada Presiden Jokowi melalui meme "King of Lips Service" patut diapresiasi.

Hal ini menurut penilaian Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Dikatakannya, kritik tersebut merupakan tanda sayang BEM UI kepada Presiden Jokowi.

"Agar Bapak Presiden tidak mengambil langkah atau kebijakan yang keliru," kata Herzaky dalam keterangannya, Senin (28/6).

"Tentunya keberanian dan posisi nonpartisan adik-adik mahasiswa seperti ini harus terus kita dukung, sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dalam iklim demokrasi yang sehat," ujarnya.

Jika dilihat substansinya, lanjut Herzaky, yang disampaikan oleh BEM UI bukan asal kritik. Mereka justru melakukan kajian sangat serius. Bahkan, ada daftar referensi yang mereka cantumkan dalam unggahan mereka.

"Gaya mengkritik seperti ini pun patut mendapatkan apresiasi dan dijadikan contoh. Bukan sekadar melontarkan kritik, melainkan berdasarkan kajian," jelasnya.

"Ada data dan fakta yang diungkap. Perlu dijadikan budaya baru bagi anak-anak muda dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tak berpihak ke rakyat," demikian Herzaky dikutip dari RMOL. (rmol.id/ima)

Artikel Asli