Jadi Tersangka Penipuan, Polisi Bekukan Rekening Oknum Notaris

lombokpost | Nasional | Published at 28/06/2021 12:15
Jadi Tersangka Penipuan, Polisi Bekukan Rekening Oknum Notaris

MATARAM -Ditreskrimum Polda NTB mengembangkan kasus dugaan penipuan jual beli tanah yang menyeret oknum notaris berinisial CW sebagai tersangka. Penyidik mulai melakukan ancang-ancang mengembangkan kasus tersebut ke tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kita sudah bekukan rekening oknum notaris itu, kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, Minggu (27/6).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tujuannya menelusuri aset yang dimiliki pasca pembayaran jual beli tanah dari korban. PPATK sudah memberikan data. Tinggal kita kembangkan, jelasnya.

CW ditetapkan sebagai tersangka bersama pemilik tanah AS dan SR serta HA sebagai penerima gadai. Oknum notaris CW bertindak sebagai broker dan juru bayar.

Korban melalui CW akan membeli lahan tiga bidang tanah di wilayah Lombok Tengah (Loteng). Total harga Rp 13,5 miliar. Korban telah menyerahkan seluruh uangnya ke CW.

Tetapi, saat korban akan mengurus Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) ke Badan Pertanahan (BPN) Lombok Tengah malah ditolak. Penyebabnya, lahan yang dibelinya itu bermasalah.

Setelah diusut, lahan tersebut masih berstatus gadai. Gadai dilakukan AS dan SR kepada HA. Padahal, dalam perjanjiannya pada akta notaris. Tanah itu disebutkan tidak dalam status gadai atau masalah lainnya, ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, CW bersama AS, SR, dan HA diduga bersama-sama melakukan tindakan penipuan terhadap korban. Namun, saat korban meminta uangnya dikembalikan para tersangka tidak kooperatif. Pelaku kita jerat pasal 372 dan pasal 378 KUHP, bebernya.

Hari enggan membeberkan para tersangka menggunakan uang hasil dugaan penipuan. Karena, tim masih bekerja. Saya belum tahu apakah uang itu ada digunakan untuk membeli lahan atau aset lainnya, terangnya.

Yang pasti, data transaksi keuangannya sudah didapatkan dari PPATK. Seluruh data itu masih ditelusuri. Nanti saja dilihat apakah ada untuk membeli aset lain atau tidak, pungkasnya. (arl /r1)

Artikel Asli