Droping Air Terbantu Hujan Kiriman

radarjogja | Nasional | Published at 28/06/2021 11:56
Droping Air Terbantu Hujan Kiriman

RADAR JOGJA Hujan kiriman bulan ini berdampak positif terhadap peta wilayah kerawanan air. Bak penampungan air bersih (PAH) milik warga yang tinggal di zona langganan kekeringan mulai terisi. Meski demikian program droping dari Pemkab Gunungkidul jalan terus.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, warga yang memiliki PAH terbantu dengan adanya kemarau basah bulan ini. Informasi operator yang melakukan droping di beberapa lokasi, air hujan mempengaruhi ketersediaan air bersih masyarakat langganan kekeringan.Karena hujan belum sampai membuat PAH penuh, kami memastikan droping air ke wilayah kurang air tetap berjalan, kata Edy Basuki saat dihubungi Minggu (27/6).

Dia mengakui, perubahan cuaca sedikit banyak mempengaruhi peta program droping air bersih. Meski demikian pihaknya belum memiliki data pasti seberapa besar pengaruhnya. Perlu pengecekan langsung ke lapangan. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk memastikan lokasi mana yang mendesak droping air bersih dari pemerintah. Beberapa kapanewon yang telah mendapatkan penyaluran diantaranya Panggang, Saptosari, Paliyan, Tanjungsari, Girisubo, Semin, dan beberapa wilayah lainnya. Kami menyiapkan lima armada untuk droping air dengan rerata per hari 20 tangki air tersalurkan, ujarnya.

Disinggung mengenai anggaran, tahun ini mengalokasikan sekitar Rp 700 juta. Sebanyak enam armada tangki pengangkut air telah disiapkan. Karena dana droping sama dengan tahun lalu, diharapkan bisa mencukupi.Pengalaman tahun lalu, dari 18 kapanewon, hanya tiga wilayah meliputi Semin, Playen dan Karangmojo yang tidak mengajukan bantuan air ke BPBD, ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Ngloro Kapanewon Saptosari, Heri Yuliyanto mengakui, hujan bulan ini membuat bak penampungan air warga banyak yang terisi. Sampai dengan sekarang, pemerintah kalurahan belum melakukan koordinasi dengan BPBD terkait bantuan droping air.Ketika tak ada hujan warga membeli air tangki untuk pemenuhan kebutuhan. Satu tangki Rp 150 ribu rupiah sampai dengan Rp 175 ribu rupiah, tergantung lokasi, kata Heri Yulisanto. (gun/pra)

Artikel Asli