Pemkot Surabaya Kaji Stadion GBT Jadi Tempat Isolasi Covid-19

jawapos | Nasional | Published at 28/06/2021 11:48
Pemkot Surabaya Kaji Stadion GBT Jadi Tempat Isolasi Covid-19

JawaPos.com Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, mengkaji Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi tempat isolasi lapangan Covid-19. Hal tersebut menyusul kasus Covid-19 di Kota Surabaya mengalami kecenderungan kenaikan akhir-akhir ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya masih memikirkan untuk membuat ruang isolasi lapangan. Misalnya di Stadion GBT atau tempat lain.

Namun, ini masih terus dikaji Pemkot Surabaya. Yang pasti, saya dan jajaran Pemkot Surabaya akan berjuang habis-habisan, yang penting warga Surabaya sehat, kata Eri seperti dilansir dari Antara , Senin (28/6).

Berdasar data dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id , hingga Minggu (27/6), sebanyak 491 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut terus mengalami kenaikan dari hari sebelumnya (26/6) yang baru 451 orang.

Menurut Eri, pihaknya saat ini telah menambah dua gedung isolasi di Asrama Haji dengan kapasitas sekitar 160200 orang. Dia berharap agar orang tanpa gelaja (OTG) seperti tidak sesak napas dan tidak ada keluhan lain, bisa dirawat di Asrama Haji. Sehingga, yang dirawat di rumah sakit adalah mereka-mereka yang memang benar-benar membutuhkan.

Eri menambahkan, warga Surabaya harus tahu bahwa orang yang dirawat dan isolasi di Asrama Haji sudah sangat banyak. Sampai Minggu (26/6) pukul 13.00 WIB, jumlah total yang ada di Asrama Haji sudah mencapai 480 orang.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti sebelumnya mengatakan, pihaknya mendorong pemkot menambah ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit menyusul melonjaknya kasus Covid-19. Saya menerima banyak tanggapan maupun pertanyaan dari warga seputar kebutuhan isolasi perawatan Covid-19 di rumah sakit, terang Reni.

Menurut Reni, upaya yang telah ada perlu diperkuat dan ditingkatkan lagi agar ketika ada warga terpapar bisa segera ditangani dan terbantu untuk mendapatkan ruang isolasi sebagaimana kebutuhan. Jika kasus terus melonjak sementara bed occupation rate (BOR) meningkat, saya mendorong pemkot untuk segera menambah ketersediaan tempat tidur RS dengan alat kesehatanagar dibantu pemkot jangan sampai warga terpapar dengan gejala berat tidak terlayani secara medis, tutur ReniAstuti.

Artikel Asli