Kursi Jubir Presiden Kosong Fahri Kok Geer Duluan

rm.id | Nasional | Published at 28/06/2021 07:30
Kursi Jubir Presiden Kosong Fahri Kok Geer Duluan

Ditunjuknya Fadjroel Rachman menjadi Duta Besar untuk Kazakhstan, membuat kursi Juru Bicara Presiden kosong. Lantas siapa yang akan mengisi posisi tersebut? Fahri Hamzah langsung geer alias gede rasa saat dijagokan warganet bakal jadi Jubir Presiden.

Selama ini, Fahri yang terkenal doyan kritik itu, paling gemar menyorot soal komunikasi pemerintah yang dianggapnya berantakan. Nggak heran, banyak warganet yang menjagokan eks Wakil Ketua DPR itu, menjadi Jubir Presiden. Apalagi sebentar lagi, posisi tersebut akan segera dilepas Fadjroel Rachman.

Ditanya soal itu, Fahri yang biasa ceplas-ceplos, mendadak jadi pemalu. Fahri tidak mau berandai-andai, bila nantinya Jokowi memintanya menjadi jubir.

Aku lagi nggak siap jadi pejabat. Nanti aja 2024. Sekarang jadi rakyat biasa dulu. Menyelami apa yang terjadi di bawah, kata Fahri, kemarin.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menganggap masih banyak orang yang mampu mengisi posisi jubir. Banyak orang jago. Kalau aku, mau pensiun aja dulu, ujarnya.

Apa tanggapan Istana soal ini? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mensinyalir kemungkinan tidak ada lagi jabatan jubir setelah Fadjroel menjabat dubes RI untuk Kazakhstan. Mungkin tidak (ada jubir presiden lagi), karena nanti pasti apa Bapak Presiden menunjuk lagi staf khusus bidang komunikasi atau tidak, tapi saya kira insya Allah berjalan seperti biasa saja, jelas Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (26/6) lalu.

Ngabalin menceritakan, selama setahun lebih ini Jokowi kerap menyampaikan pernyataannya secara langsung. Jadi, jabatan jubir presiden kemungkinan besar tidak ada lagi setelah Komisaris Waskita Karya itu menjadi dubes.

Iya (mungkin tidak ada), karena tugas jubir itu kan kalau nggak salah sebetulnya hampir setahun atau setahun lebih ini, itu kan langsung diambil oleh Bapak Presiden, imbuhnya.

Menurut Komisaris Pelindo III itu, selama ini Jokowi memberikan pernyataan dan penjelasan secara langsung. Menteri Sekretariat Negara, Menteri Sekretariat Kabinet, Kepala Kantor Staf Presiden, hingga staf khusus bidang komunikasi tugasnya hanya menguatkan pernyataan Jokowi jika ada pertanyaan publik.

Kami-kami ini menjelaskan dan memperkuat satu masalah dengan rujukan yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden, tandas Ngabalin.

Dia mengklaim, selama ini komunikasi di Istana berjalan dengan baik. Koordinasi antar pembantu Jokowi lancar, dan induk perintahnya juga ada. Dengan kepercayaan Bapak Presiden menunjuk Bang Fadjroel menjadi duta besar, tentu komunikasi ruang publik di Istana juga akan berjalan seperti biasa. Insyaallah tidak ada yang terganggu, sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Faisol Riza berharap ada pengganti Fadjroel. Dia ingin sosok yang bakal menggantikan Fadjroel sebagai jubir presiden memiliki pengetahuan yang komplet. Karena selama ini penjelasan jubir presiden kerap bertentangan dengan penjelasan kementerian dan lembaga.

Tapi tentu Presiden lah yang tahu persis jubir seperti apa yang dibutuhkan. Apa lagi di masa pandemi dan disrupsi ini, sebut Ketua Komisi VI DPR itu.

Senada dengan PKB, Gerindra menilai perlu adanya pengganti untuk mengisi posisi jubir. Menurut saya, perlu sekali jubir presiden, apalagi di saat negara dalam situasi menghadapi pandemi saat ini, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, kemarin.

Habiburokhman menganggap posisi jubir diperlukan agar keterangan dari presiden tersampaikan kepada pers ataupun publik. Dia lantas menyebut pejabat sekelas menteri dan lembaga lain yang memiliki jubir. Jangankan presiden, pejabat selevel menteri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, sekarang punya juru bicara. Hal ini terjadi agar jangan sampai ada proses komunikasi yang terganggu, terang anggota Komisi III DPR tu.

Sedangkan PDIP mengusulkan agar tugas jubir presiden diserahkan kepada Mensesneg Pratikno atau Seskab Pramono Anung. Supaya tidak ada tumpang tindih dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan yang diambil oleh presiden, beber Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat.

Peran Mensesneg sekaligus sebagai jubir sudah terjadi di beberapa pemerintahan sebelumnya. Misalnya, pada pemerintahan Presiden Soekarno dan Soeharto. Bung Karno menunjuk Pak Ruslan Abdulgani dengan sebutan Jubir Usman yang diberikan tugas khusus untuk menyampaikan kebijakan BK tentang Manipol Usdek, jelas mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

Di dunia maya, masih banyak warganet yang masih menggoda Fahri Hamzah untuk menempati posisi tersebut. Kalau Pak @Fahrihamzah mau, langsung temuin Pak @jokowi jangan lama-lama nanti diambil orang, kata @tukang_beca . Nggak ada yang nggak mungkin, timpal @alfanrmdhan . Ya jelas ma (lu) u lah!!! Sambil nyelam minum air promosikan partai baru nyong! sambar @BSaptawa .

Akun @ESyahdinar berjanji bakal mengapresiasi Jokowi setinggi langit jika menunjuk Fahri sebagai jubirnya. Gua angkat topi kalau benar hahaha, ucapnya. Cucok, sahut @AgamKupie .

Mantan politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean juga ikut meramaikan gosip di media sosial tentang kabar Fahri akan mengisi posisi jubir Jokowi. Pelecehan nih ke Bang @Fahrihamzah , masa kelasnya jubir, cetusnya. Saya rasa cocok sih. Bung Fahri ini ngeselin asli. Tapi menurutku dia orang bersih. Ya nggak butek-butek amatlah kalaupun maen-maen sikit, jelas @jansius_m . Wkwkwkwk. Mulai iri. Dia nggak ngapa-ngapain. Sementara yang satu, nyocot terus sambil jilat, ledek @teddy_siregar , sindir Ferdinand.

Sedangkan akun @Rx_Nok_165 mendesak Ade Armando melamar jadi jubir presiden. Teriak yang kenceng woii @adearmando1 ada peluang, ajarnya. Buzzerp yang belum kebagian jatah ayo yang rajin jilatnya. Posisi jubir presiden kosong tuh, ucap @ryamzss . [UMM]

Artikel Asli