Langgar Prokes, Sunmor Dihentikan

radarjogja | Nasional | Published at 28/06/2021 04:20
Langgar Prokes, Sunmor Dihentikan

RADAR JOGJA Kondisi kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman melonjak. Karena itu, semua kegiatan sosial yang mengundang kerumunan harus harus dihentikan, mengantisipasi sebaran Covid-19.

Sebagaimana, Satpol PP Sleman yang menertibkan kegiatan Sunday Morning (Sunmor) atau pasar tiban yang digelar di jalan Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM), Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Minggu (27/6). Lantaran melanggar prokes, dari segi perizinan dan berpotensi kerumunan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Susmiarto mengatakan, pihaknya telah menerima informasi kegiatan Sunmor yang belum mengantongi rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat namun tetap dilaksanakan. Selanjutnya, dilakukan peneguran oleh Polsek Bulaksumur. Bekerja sama dengan satuan Keamanan dan Keselamatan (SKK) UGM dan Satpol PP setempat. Karena masuk kawasan UGM dan belum mendapatkan ijin dari pihak UGM, maka kegiatan sunmor harus dihentikan.Kami lihat potensi persebaran (covid-19) ini terus merebak. Dikhawatirkan menjadi pemicu kerumunan, kata Susmiarto, saat dihubungi Minggu (27/6).

Pedagang itu mendapatkan teguran agar membubarkan sunmor yang diikuti oleh beberapa pedagang itu. Mulai dari pedagang makanan hingga busana. Setelah diberikan pemahaman sosialisasi terkait Pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, satu demi satu pedagang mulai mengemas barang dagangannya. Bahkan salah satu perwakilan pedagang itu sempat meminta ketegasan kepada pemerintah daerah. Mereka (pedagang, red) ingin meminta mediasi ijin atau tidaknya pelaksanaan Sunmor di UGM tersebut.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo telah menginstruksikan melalui Inbup nomor 16 tahun 2020 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Sleman untuk pengendalian penyebaran Covid-19. Dalam insruksi itu dijelaskan bahwa semua kegiatan sosial masyarakat harus melalui izin ketat oleh satgas mulai dari padukuhan, kalurahan, kapanewon hingga kabupaten.

Selain itu juga bagi pedagang dan pembeli wajib mentaati prokes. Pedagang wajib menyediakan fasilitas prokes, seperti tempat cuci tangan dan mengatur jarak. Baik penjual dan pembeli harus mengenakan masker. Kemudian transaksi dilakukan secara hati-hati. Tetap sedia handsanitizer. Pembeli juga harus waspada dengan menjaga jarak dan menjaga diri. Tidak hanya kegiatan itu saja, semua kegiatan harus dilakukan dengan protokol kesehatan, tegasnya. (mel/pra)

Artikel Asli