Loading...
Loading…
LPPM UPGRIS dan Universitas Widya Husada Semarang Jalin Kerja Sama

LPPM UPGRIS dan Universitas Widya Husada Semarang Jalin Kerja Sama

Nasional | ayosemarang | Jumat, 25 Juni 2021 - 14:11


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjalin kerja sama dengan Universitas Widya Husada Semarang. Penandatanganan kerja sama dilakukan secara virtual, baru-baru ini.

Hadir dalam MoU Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, Ketua LPPM UPGRIS Dr Senowarsito MPd, kepala LPPM Universitas Widya Husada Semarang Ambar Dwi Erawati SSi T MH Kes serta pejabat struktural masing-masing LPPM.

Pendatanganan naskah kerja sama dilanjutkan focus group discussion yang membahas kinerja masing-masing LPPM.

Dr Muhdi menyampaikan UPGRIS membuktikan diri dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi dengan baik. Terbukti dari banyaknya prestasi serta penghargaan yang terus diraih oleh kampus UPGRIS.

\'\'Kampus yang terus meningkatkan sumber daya manusia unggul serta menciptakan budaya akademik berkualitas. Sehingga saat ini UPGRIS banyak prestasi tingkat nasional hingga internasional, tutur Muhdi.

Baru-baru ini UPGRIS meraih anugerah dari kementerian pendidikan dan kebudayaaan (Kemendikbud) pada tahun 2021 ini. Anugerah diberikan sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan karya penelitian terbanyak di Jawa Tengah.

Anugerah diserahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam, kepada Rektor UPGRIS, Muhdi, dalam rapat koordinasi pimpinan PTS se Jawa Tengah di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI, Bendan Dhuwur, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, UPGRIS menjadi perguruan tinggi peringkat pertama dengan jumlah penelitian terbanyak. UPGRIS juga menempati peringkat 7 nasional dengan kategori klaster utama.

\'\'Tujuan kerja sama antara LPPM UPGRIS dan Universitas Widya Husada Semarang pertukaran informasi terkait dengan pengelolaan penelitian, pengabdian, pengelolaan jurnal, HKI, penerbitan buku, pengelolaan incubator bisnis, dan KKN,\'\' jelas Muhdi. *

Original Source

Topik Menarik