Loading...
Loading…
Sebelum Dieksekusi di Dekat Rumahnya, Marsal Diduga Sempat ke Hotel Lalu ke Warung Tuak

Sebelum Dieksekusi di Dekat Rumahnya, Marsal Diduga Sempat ke Hotel Lalu ke Warung Tuak

Nasional | bukamatanews | Jumat, 25 Juni 2021 - 12:44

MEDAN, BUKAMATA - Sebelum ditembak di atas mobilnya, Pemred salah satu media online di Sumut, Mara Salem Harahap alias Marsal, diduga sempat memesan kamar hotel. Itu diungkap Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi.

"Dari hasil penyelidikan, didapat keterangan bahwa sebelum ditemukan bersimbah darah di salah satu jalan pada pukul 23.00 WIB, korban Mara Salem Harahap memesan kamar hotel dengan seorang wanita," ujar Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dalam rilis.

Itu berdasarkan keterangan 54 saksi yang diperiksa oleh polisi. Setelah dari hotel, Marsal lalu ke kedai tuak. Di situ dia dibuntuti dua pelaku, YFP yang merupakan humas Kafe Ferrari dan AS, seorang oknum anggota TNI. Keduanya disuruh oleh pemilik Kafe Ferrari, STJ untuk menghabisi Marsal.

STJ sakit hati diperas oleh korban, terkait pemberitaan narkoba di Kafe Ferrari. Marsal meminta Rp12 juta per bulan kepada pemilik Kafe Ferrari, namun, STJ memberikannya dalam bentuk pil ekstasi seharga Rp200 ribu per butir.

STJ memberikan dua butir per hari kepada Marsal. Namun kemudian tak tahan diperas, STJ lalu memanggil YFP dan AS. Dia memerintahkan untuk menghabisi Marsal.

STJ mentransfer Rp15 juta kepada AS untuk membeli pistol pabrikan AS. Lalu, pada keesokan paginya, STJ kembali mentransfer uang Rp10 juta kepada AS, dan Rp5 juta ke YFP. Sisanya, Rp3 juta, diambil YFP di kasir. Total honor untuk YFP Rp8 juta.

Lalu, YFP dan AS berboncengan membuntuti mobil Marsal. Sempat kehilangan jejak dan meluncur ke rumah Marsal. Namun dia tak melihat Marsal. Keduanya lalu memutuskan pulang dan kembali di kesempatan yang lain.

Namun, sekira 300 meter dari rumah Marsal, keduanya berpapasan dengan mobil Marsal. YFP yang mengemudikan motor kemudian membelokkan sepeda motor mengejar mobil korban. Di jalan rusak dan menanjak, mereka mendahului mobil korban dan mengadang. Saat Marsal membuka kaca mobil, AS menembakkan senjatanya.

"Tersangka mengejar mobil korban dan mendahului, karena jalan rusak mobil korban pelan, Y yang mengemudikan sepeda motor, A yang melakukan penembakan," ucapnya.

Original Source

Topik Menarik