Loading...
Loading…
Kasus Covid-19 Meningkat di Jakarta, Klaster Keluarga Paling Banyak

Kasus Covid-19 Meningkat di Jakarta, Klaster Keluarga Paling Banyak

Nasional | ayojakarta | Jumat, 25 Juni 2021 - 12:21

GAMBIR, AYOJAKARTA - PerkembanganCovid-19 di DKI Jakarta belakangan ini meningkat drastis. Bahkan, untukklaster perkantoranpada 14 hingga 20 Juni ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

"Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga," ujar Dwi di Jakarta, Kamis 24 Juni 2021.

Dalam kesempatan ini, Dwi juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25% kapasitas dan sisanya bekerja dari rumah.

"Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita semua tidak ingin jika kasusnya semakin bertambah ke depannya," kata Dwi.

Dwi juga menyarankan agar warga tidak panik saat terdiagnosis positif antigen atau PCR. Untuk warga yang mendapat hasil positif padates antigen, pastikan segera melakukan tes PCR di Puskesmas secara gratis atau laboratorium lainnya secara mandiri.

Adapun langkah saat dinyatakan positif pada tes Antigen/PCR sebagai berikut:

1. Lapor kepada RT, RW, Puskesmas setempat.

2. Sementara isolasi mandiri dahulu di rumah, tetap memakai masker yang baik di rumah, pisahkan diri dari anggota keluarga yang lain.

3. Pastikan kontak erat di lingkungan rumah atau tempat kerja segera melakukan tes PCR,

4. RT dan RW dan Puskesmas akan membantu monitoring harian kondisi pasien.

Menurutnya, puskesmas akan menentukan langkah tata laksana yang akan dilakukan oleh pasien sesuai kondisi masing-masing; apakah akan isolasi mandiri di rumah atau lokasi isolasi mandiri terkendali atau RS.

Hal yang perlu diketahui masyarakat, kata dia, jika merasakan gejala tapi saat tes antigen dinyatakan negatif, sebaiknya tetap lakukan tes PCR.

"Karena, orang yang dinyatakan positif saat tes antigen, hampir pasti juga dinyatakan positif pada saat tes PCR, tetapi jika negatif saat tes Antigen, belum tentu hasilnya negatif pula pada saat tes PCR dan bisa saja positif saat dites PCR, apalagi jika bergejala," ujar dia.

Original Source

Topik Menarik