Loading...
Loading…
Viral Video Warung Makan Murah di Semarang, Tujuannya untuk Bantu Anak Kos

Viral Video Warung Makan Murah di Semarang, Tujuannya untuk Bantu Anak Kos

Nasional | ayosemarang | Sabtu, 19 Juni 2021 - 18:56

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Masih ingat dengan video tiktok yang viral tentang tempat warung makan murah di daerah Semarang yang menjual makanan dengan harga di bawah Rp10 ribu? Video yang sempat viral di akhir Mei 2021 itu diunggah melalui akun Tiktok @mal.mamal dan ditonton hampir 2,5 juta orang.

Di dalam video tersebut diinformasikan bahwa si pemilik akun Tiktok hanya membayar Rp10 ribu untuk makan berdua. Padahal dalam menyantap nasinya, dia juga memesan lauk telur dan ikan.

Ibu Solifah adalah pemilik warung makan murah tersebut. Wanita berusia 50 tahunan itu mengaku bahwa Ia berjualan hanya untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan hobinya yang suka memasak.

Memang bisa dikatakan untuk warung makan Ibu Solifah terbilang ramai pengunjung. Selain karena harganya murah, Ibu Solifah juga terkenal baik hati dan tidak pelit dalam memberikan lauk pauk.

Makanan yang disediakan juga bermacam, ada nasi rames, soto ayam khas semarang dan lauk pauk, seperti telur, ikan dll. Bahkan gorengan di warung tersebut hanya diberikan harga Rp500.

Dalam video tersebut dikatakan bahwa Ibu Solifah merupakan penyelamat anak kos dan anak rantau di akhir bulan. Maklum, warung yang terletak di daerah Jalan Beruang Raya tersebut juga dekat dengan perkantoran.

"Waktu awal-awal viral itu makin rame warung saya. Sekitar 1 sampai 2 minggu. Banyak wartawan datang buat wawancara. Ada yang sengaja cari karena saya viral gitu. Tapi ya sekarang sudah biasa saja kayak sebelum masuk video, ungkap Ibu 2 anak itu.

Warung makan yang didirikan di sebuah rumah berukuran 7x3 meter tersebut buka dari pukul 11.00 hingga 17.00. Tak jarang, Ibu Solifah juga mengurangi harga jika dilihat lauk pauk yang diambil oleh pembeli hanya sedikit.

Waktu itu Saya pernah beli es teh manis tapi hanya disuruh bayar Rp1.500 karena tidak habis minumnya. Padahal kalo di warung lain, mau habis atau enggak tetap Rp3.000 ujar Rijal, salah satu pelanggan warung Ibu Solifah yang juga karyawan Bank swasta.

Saya kalau makan di sini, biasanya pas shift sore. Pas udah mau tutup, biasanya dikasih banyak dan harganya lebih murah lagi. Bahkan kadang gorengan juga ga diitung suruh bayar,. ungkap Dhika, salah satu pelanggan.

Ibu Solifah berharap, dengan adanya warung makan yang Ia miliki bisa membantu meringankan pengeluaran anak kos dan pekerja yang rata-rata adalah perantau.

Saya niatnya hanya membantu, karena Saya juga seorang ibu dan suatu saat jika anak saya merantau, saya berharap akan ada pemilik warung makan yang memberikan harga murah ke anak saya," ucap Ibu Solifah.

Penulis: Rahmi Fauzia, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM)

Original Source

Topik Menarik