Loading...
Loading…
Solar Langka, Petani Mengeluh

Solar Langka, Petani Mengeluh

Nasional | lombokpost | Sabtu, 19 Juni 2021 - 11:20

TANJUNG - Petani di Kecamatan Bayan mengeluhkan langkanya BBM jenis solar bersubsidi. Hal tersebut mengakibatkan sistem pengairan ladang yang memanfaatkan mesin pompa terganggu.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Lombok Utara Raden Nyakradi mengatakan mendapatkan sejumlah laporan terkait itu. "Sekarang petani berada pada musim tanam kedua, khususnya di daerah irigasi permanen persawahan atau ladang termasuk persawahan irigasi sumur bor," ujar dia, (18/6).

Yang disorotinya, hampir setiap tahun pada musim kemarau petani menghadapi kendala air irigasi, terutama petani ladang dan sawah sumur bor di Kecamatan Bayan dan Kayangan. "Petani kesulitan membeli solar di pengecer atau SPBU di Lombok Utara, selalu kosong," sambung dia.

Ia berharap SPBU memberikan prioritas pada petani untuk mendapatkan solar bersubsidi tersebut, sehingga tanaman mereka di sawah dan ladang tidak mati atau gagal panen. Nyakradi juga menilai perlu ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait pengamanan, sehingga ketersediaan solar bersubsidi tersebut aman untuk masyarakat. "Usaha pertanian sebagai mayoritas penopang utama mata pencarian masyarakat tetap terjaga dan berjalan baik," tandas anggota Komisi I DPRD Lombok Utara tersebut.

Ismanep, petani Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, mengatakan kelangkaan solar bersubsidi cukup menyulitkan mereka. Selaku petani pemanfaat irigasi sumur bor, dia belum berani menanam jagung. "Saya sudah mengeluarkan biaya pembersihan lahan yang sudah lumayan banyak. Namun, belum berani melanjutkan sampai proses penanaman karena sulitnya solar," keluh dia.

Dirinya berharap adanya peran serta dan tindak lanjut pemerintah untuk membantu petani. "Semoga bisa diatasi malah ini," tandas dia. (fer/r9)

Original Source

Topik Menarik