Loading...
Loading…
Jika Jadi Berpasangan Prabowo-Puan 51,4 Persen, Ganjar-Erick 37,8 Persen

Jika Jadi Berpasangan Prabowo-Puan 51,4 Persen, Ganjar-Erick 37,8 Persen

Nasional | radartegal | Rabu, 09 Juni 2021 - 07:20

Pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani jika diikutkan dalam Pemilu 2024 mendatangmemiliki elektabilitas tinggi. Prabowo-Puan juga merepresentasikan koalisi dua partai terbesar di pemerintahan, yaitu PDIP dan Gerindra.

Hasil survei IndEX Research menyebutkan, pasangan tersebut memiliki elektabilitas tertinggi dalam sejumlah simulasi. Peneliti IndEX Research Hendri Kurniawan menerangkan, hasil survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas Prabowo-Puan mencapai 51,4 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pasangan capres-cawapres lain dalam beberapa simulasi. IndEX Research menyusun lima model simulasi dengan memasangkan empat capres terkuat dengan lima tokoh yang berpeluang diusung sebagai cawapres.

Keempat capres terkuat adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan. Sedangkan lima tokoh yang dipasangkan adalah Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Airlangga Hartarto.

Kelima tokoh selalu muncul dalam berbagai survei dengan elektabilitas di bawah empat besar dan punya keunggulan masing-masing.

Baca Juga :
Pada Pilpres 2024, Siapa Sangka Tiga Nama Besar Ini Disebut Akan Jadi Kuda Hitam

Dalam simulasi pertama, keempat capres dipasangkan dengan Puan. Hasilnya, Prabowo-Puan unggul telak (51,4 persen), disusul oleh Anies-Puan (30,6 persen), RK-Puan (9,2 persen), dan Ganjar-Puan (4,3 persen), serta sisanya tidak tahu/tidak jawab (4,5 persen).

"Sebagaimana dalam pemberitaan, ada usulan dari internal PDIP untuk mengusung Anies-Puan, tetapi elektabilitasnya jauh di bawah Prabowo-Puan," ucap Hendri.

Sementara itu pasangan Ganjar-Puan yang sama-sama tokoh PDIP paling tidak diunggulkan.

Selanjutnya, keempat capres dipasangkan dengan AHY. Hasilnya, pasangan Anies-AHY unggul (35,3 persen), terpaut tidak jauh dari RK-AHY (31,2 persen), diikuti oleh Prabowo-AHY (17,8 persen) dan Ganjar-AHY (10,1 persen), serta sisanya tidak tahu/tidak jawab (5,6 persen).

"Dukungan terhadap AHY sebagai cawapres terdistribusi lebih merata dibandingkan Puan, dengan Anies-AHY sebagai pasangan paling unggul," tutur Hendri.

Dalam simulasi selanjutnya, keempat capres dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Hasilnya, Prabowo-Sandi unggul (28,8 persen), disusul Anies-Sandi (25,3 persen), RK-Sandi (18,5 persen), dan Ganjar-Sandi (12,8 persen), serta sisanya tidak tahu/tidak jawab (14,6 persen).

Baca Juga :
Peneliti: Tiga Kelompok Berpotensi Maju di Pilpres

Dalam simulasi keempat, para capres dipasangkan dengan Erick Thohir. Hasilnya, pasangan Ganjar-Erick unggul cukup tinggi (37,8 persen), disusul RK-Erick (30,3 persen), Prabowo-Erick (17,6 persen), dan Anies-Erick (10,6 persen), serta sisanya tidak tahu/tidak jawab (3,7 persen).

Figur Ganjar tampaknya lebih menjual dibandingkan Anies maupun AHY, sementara Erick sebagai cawapres juga cocok dipasangkan dengan banyak tokoh.

Dalam simulasi kelima, semua capres dipasangkan dengan Airlangga Hartarto. RK-Airlangga unggul (24,8 persen), tipis di atas Prabowo-Airlangga (23,7 persen), diikuti Ganjar-Airlangga (16,2 persen), dan Anies-Airlangga (10,3 persen), sisanya tidak tahu/tidak jawab (25,0 persen).

"Dukungan terhadap Airlangga sebagai cawapres paling rendah dibandingkan tokoh-tokoh yang lain, serta angka tidak tahu/tidak jawab pun sangat tinggi," papar-nya.

Sebagai ketua umum Golkar, figur Airlangga masih berat untuk diusung bahkan sebagai cawapres sekalipun. (khf/zul/fin)

Original Source

Topik Menarik