Perajin Tahu-Tempe Mogok Produksi, Pedagang Makanan Putar Otak Cari Pasokan

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 13:27
Perajin Tahu-Tempe Mogok Produksi, Pedagang Makanan Putar Otak Cari Pasokan

LIMAPAGI – Para pedagang makanan yang memakai tahu dan tempe di Kota Bandung hari ini kebingungan. Pasalnya, perajin tahu dan tempe memutuskan untuk mogok produksi hingga 30 Mei 2021 mendatang.

Salah satu pedagang bakso tahu goreng (batagor) di Terminal Cicaheum, Andi, menyebut kalau dirinya terpaksa tak menggunakan tahu untuk campuran dagangannya.

“Ini hanya pakai tepung terigu dan ikan saja enggak pakai tahu. Pembeli juga sudah pada ngerti,” tuturnya saat disambangi Limapagi.com, Jumat 28 Mei 2021.

Ia menambahkan, dirinya tidak mungkin menyetok tahu, karena tahu yang tidak segar akan memengaruhi rasa batagor.

““Takut rasanya tidak enak,” singkatnya.

Senasib, Asep yang merupakan pedagang gorengan di Terminal Cicaheum memilih tidak menjual tahu isi dan tempe goreng.

“Saya hanya berjualan bala-bala (bakwan dalam bahasa Sunda), cireng, dan pisang goreng saja. Di pasar enggak ada tahu,” ucap pria berusia 43 tahun ini.

Sementara itu, pedagang kupat tahu di Pasar Cicaheum, Erna mengatakan dia sudah menyetok tahu sejak Kamis, 27 Mei 2021 untuk berjualan sampai Minggu, 30 Mei 2021.

“Karena pedagang tahu sudah bilang mau mogok, jadi saya nyetok dulu untuk tiga hari,” kata Erna.

Perempuan berusia 37 tahun ini mengatakan, tahu tersebut dia simpan dalam lemari pendingin.

“Rasanya memang agak beda, tapi mau bagaimana lagi kan kupat tahu butuh tahu,” ucapnya.

Erna menyetok tahu sekitar 500 tahu, alasannya dalam sehari rata-rata dia membutuhkan 150 tahu.

“Kalau hari minggu bisa sampai 200 tahu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, para perajin tahu dan tempe melakukan aksi mogok memproduksi tahu. Bentuk protes itu terpaksa dilakukan lantaran naiknya harga kacang kedelai dari Rp9.800 menjadi Rp10.500 per kilogram.

Artikel Asli