Ketua LPKNI Dilaporkan Penganiayaan oleh Debtcolector, Kuasa Hukum: Laporannya Tidak Relevan

Nasional | jatimtimes.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 13:41
Ketua LPKNI Dilaporkan Penganiayaan oleh Debtcolector, Kuasa Hukum: Laporannya Tidak Relevan

JEMBERTIMES - Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) cabang Jember A. Dofir warga Desa Karangsono Bangsalsari Jember dilaporkan melakukan penganiayaan oleh sekelompok debtcolector saat melakukan penarikan paksa kendaraan konsumen.

Atas laporan ini, Nasimatur Rahma, SH. selalu kuasa hukum A. Dofir mengatakan, bahwa laporan penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok debtcolector tidak relevan, hal ini karena pihak debtcolector mendatangi kliennya yang seorang diri di rumahnya.

"Saya melihat, laporan dari teman-teman debtcolector ini tidak relevan, hal ini dilihat dari kronologis awal, di mana pelapor mendatangi klien saya di rumahnya, motif pelapor juga mau merampas mobil serta mereka bertiga, sedangkan klien saya sendirian, di sini yang saya katakan tidak relevan," ujar Rahma Jumat (28/5/2021) saat mendampingi A. Dofir menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bangsalsari Jember.

Kasus ini sendiri bermula pada Jumat 7 Mei lalu saat A. Dofir mengendarai mobil milik salah satu warga yang dikuasakan kepadanya dari arah Tanggul, saat itu ia merasa dibuntuti oleh tiga orang tak dikenal.

Kemudian A. Dofir dipepet oleh ketiga pelaku di tengah jalan, karena kondisi jalan sepi dan tidak ingin terjadi hal- hal yang tidak diinginkan, A. Dofir mengajak ketiga orang yang mengaku debtcolector ke rumahnya.

"Saat di rumah saya, mereka memaksa untuk mengambil mobil, saat saya tanya identitas dan surat tugasnya, mereka tidak bisa menunjukkan, sehingga terjadi cekcok," ujar Dofir.

Namun persoalan tidak berhenti di sini, dirinya pada Jumat sore dilaporkan ke Polsek Bangsalsari atas penganiayaan.

A. Dofir sendiri juga melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Mapolres Jember, hal ini karena dirinya juga sempat mengalami kekerasan hingga terjatuh.

"Saya sendiri melaporkan penganiayaan yang saya alami ke Mapolres Jember," pungkas Dofir. (*)

Artikel Asli