Wali Kota Ditemui Ibu Tua, Pemkot Surabaya Siap Sanksi Perusahaan

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 13:30
Wali Kota Ditemui Ibu Tua, Pemkot Surabaya Siap Sanksi Perusahaan

JawaPos.com – Seorang perempuan paro baya menangis di hadapan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ketika berkantor di Kelurahan Wonokusumo pada Kamis (27/5). Dia menangisi kondisi anak pertamanya yang harus menjalani kemoterapi, namun tidak memiliki biaya.

”Padahal harusnya dibiayai kantor. Tapi nggak ada respons. Saya sedih, harus bagaimana Pak?” tanya dia.

Perempuan itu bercerita dan menangis di depan Eri selama 30 menit. Perusahaan tidak membayar BPJS Kesehatan yang didapatkan dari tempat kerja suaminya. Sehingga ketika dia akan mengobati penyakit putranya, BPJS tidak dapat digunakan. Kemoterapi dan operasi yang dijadwalkan Juni mendatang terancam ditunda, bahkan dibatalkan.

”Saya sudah berusaha menghidupkan lagi. Ternyata nggak bisa. Ini juga nggak termasuk program UHC (Universal Health Coverage) karena masuk tanggung jawab perusahaan,” ujar dia.

Menanggapi itu, Eri berjanji Pemerintah Kota Surabaya siap memberikan tindakan tegas berupa sanksi terhadap perusahaan yang tidak memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi pegawainya.

Hal itu kembali ditegaskan ketika ditemui pada Jumat (28/5). Eri berjanji memasifkan sosialisasi kepada setiap perusahaan di Surabaya terkait sanksi yang bisa dikenakan bagi mereka yang tidak memberikan kepastian jaminan kesehatan kepada karyawannya.

”Kami akan masifkan sosialisasi kepada perusahaan. Jadi bisa tahu sanksinya apa kalau tidak bayar (BPJS Kesehatan) untuk pegawainya,” ujar Eri.

Dia menjelaskan, dalam Undang-Undang (UU) Tenaga Kerja, setiap perusahaan wajib memberikan jaminan kesehatan untuk karyawannya. Dalam UU itu juga diatur bahwa yang dicover BPJS Kesehatan adalah istri beserta ketiga anaknya.

Wali kota berjanji melakukan evaluasi. Berkat berkantor di kelurahan, Eri baru tahu masih saja ada perusahaan yang belum memberikan kepastian kesehatan bagi karyawannya.

”Ini akan kami koordinasikan langsung berhubungan dengan BPJS Surabaya untuk mengcover yang tadi sakit kanker. Sehingga tetap ada pengobatan,” ucap Eri.

Selian memanggil pihak BPJS, wali kota akan memanggil perusahaan tersebut. Tidak hanya memberi sanksi, juga memberi contoh buruk sebagai perusahaan yang tidak menutupi dan membantu kesehatan pegawai.

”Ini tugas dan pekerjaan baru kami. Insya Allah segera kita selesaikan,” kata Eri.

Pemkot Surabaya siap memberikan sanksi terhadap perusahaan yang tidak memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi pegawainya.

Artikel Asli