Ini 4 Model Pengembangan Kawasan Pariwisata di Kendal

Nasional | ayosemarang | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 13:16
Ini 4 Model Pengembangan Kawasan Pariwisata di Kendal

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal untuk menjadikan pariwisata sebagai andalan dilakukan dengan menerapkan model pengembangan kawasan pariwisata.

Ada 4 model pengembangan kawasan pariwisata yang menjadi konsep visi pariwisata Kendal 2021-2026.

Model tersebut adalah sports tourism, culture and heritage tourism, edu tourism, dan spiritual tourism. Keempat model ini akan menjadi program wisata prioritas dengan melihat potensi alam, keberadaan UMKM, dan desa wisatanya yang selama ini dimiliki atau menjadi aset dari Pemerintah Daerah Kabupten Kendal.

"Visioning pariwisata sudah kita lakukan. Bahkan menggunakan konsultan yang berpengalaman dan juga bekerjasama dengan beberapa pemerintah daerah lainnya maupun pemerintah pusat. Visioning ini adalah langkah awal kita dalam rangka untuk meningkatkan pariwisarta yang ada di Kendal," jelas Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Jumat 28 Mei 2021.

Dikatakan,  Pemkab Kendal  sudah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait  dengan Rencana Induk Pariwisata (RIP) yang kini tengah menjadi pembahasan. Dengan adanya Perda tersebut nantinya menjadi harapan besar akan memunculkan kebijakan-kebjakan yang dapat mengembangkan pariwisata di Kendal. Sehingga itu Pemkab juga akan meningkatkan lagi jalinan kerjasama  dengan pihak swasta maupun pihak lainnya.

"Dalam mewujudkan visi misi ini harus gotong rotong. Seluruh OPD punya visi misi yang sama dalam rangka meningkatkan pariwisata. Sehingga tidak bisa sendiri-sendiri, pariwisata dan industri serta UMKM sendiri. Semua harus bersama-sama," imbuhnya.

Dico menyatakan, secara visioning Pemkab sudah melakukannya. Sehingga langkah selanjutnya adalah menyelesaikan semua kebjakan-kebijakan dan mempersiapkan destinasi pariwisata yang menjadi prioritas yang akan dikembangkan.

Bupati mengklaim sudah ada beberapa kawasan wisata yang dalam waktu dekat ini akan dikembangkannya. Bahkan untuk membangkitkan pariwisata Pemkab juga akan berkolaborasi dengan obyek wisata yang dikelola oleh pihak sawasta.

Seperti keberadaan wisata berkuda Santosa Stable di Desa Leban, Kecamatan Boja, berpotensi untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan melibatkan atau jalinan kerjasama dengan pemerintah desa setempat.

"Pemiliknya wisata berkuda ini sudah berkolaborasi dengan pemerintah desa. Pemerintah daerah akan suport infsrastrukturnya. Kita akan bantu juga dalam meningkatkan gelora pariwisata di Kendal,” tandasnya.

Dico menambahkan, dalam mengembangkan pariwisata ini salah satunya fokus pemerintah adalah meningkatkan UMKM.  Ia meminta setiap paeiwisata nantinya harus memfasilitasi pelaku UMKM untuk menjual produknya.

Pemkab sudah mempersiapkan program programnya. Selain itu juga akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk meningkatkan UMKM di Kabupaten Kendal untuk bisa menjadi pendongkrak ekonomi.

Dengan visi inilah  akan menjadikan obyek wisata berada di bawah pengelolaan Pemkab bangkit di tengah pandemi Covid-19.

"Kita akan kolaborasi dengan pihak ketiga atau pihak swasta, dan sudah ada yang tertarik untuk mengembangkan wisata Curug Sewu, Kolam Renang Boja. Kita akan dorong juga agar bisa pararel dan semua pariwisatanya maju. Promosinya juga kita lakukan lewat digital.  Kita akan konsepkan marketingnya sehingga akan berbanding lurus nantinya," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, jajaran beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah akan terus bergerak, bersinergi wujudkan program pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi melalui 4 model yang menjadi gagasanya.

"Yang tak kalah pentingya menyusun SOP layanan di semua lini titik sentuh wisatawan yang meliputi atraksi, daerah tempat wisata (DTW), hotel, transportasi dan lainnya," katanya.

Artikel Asli